Kesehatan

FKKP Berganti Pengurus, Akreditasi Puskesmas Masih Jadi Target Pasti

Sukabuminow.com || Andi Rahman Andra, Ketua FKKP (Forum Komunikasi Kepala Puskesmas) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, periode 2016-2018, menyerahkan jabatannya kepada Hardi Subarmin, Kepala Puskesmas Sukaraja, untuk menakhodai FKPP periode 2018-2020.

Serah terima jabatan, pelantikan, sekaligus pengambilan sumpah jabatan, dilakukan oleh Marwan Hamami selaku Dewan Pembina FKKP Kabupaten Sukabumi, di salah satu hotel di Palabuhanratu, Sabtu (17/11/18) malam.

“FKKP masih punya PR soal akreditasi Puskesmas. Tahun depan masih ada 22 Puskesmas yang masuk proses akreditasi. Berikan motivasi agar prosesnya lancar. Bantu sekuat tenaga karena itu tanggungjawab FKKP,” tutur Marwan, yang juga Bupati Sukabumi, usai upacara peringatan HKN (Hari Kesehatan Nasional) ke-54 tingkat Kabupaten Sukabumi di Alun-alun Lapang Cangehgar, Minggu (18/11/18).

Di tempat sama, Andi Rahman Andra, Ketua FKKP periode 2016-2018, mengatakan dirinya masih memiliki pekerjaan rumah dalam organisasi tersebut. Selain akreditasi Puskesmas, pihaknya masih harus berjuang merubah pendapatan pegawai Puskesmas, dari kapitasi menjadi TKD (Tunjangan Kinerja Daerah).

“60 persen penghasilan kapitasi dibawah TKD. Seluruh pegawai Puskesmas ingin TKD,” ujar Andi.

Perubahan pendapatan dari kapitasi menjadi TKD, lanjutnya, memiliki jaminan mutu pelayanan yang lebih baik. Sebab, sistem TKD mengharuskan pegawai memiliki tingkat kehadiran tinggi dan kinerja yang lebih baik.

“Nantinya mutu pelayanan akan lebih terjamin. Karena para pegawai fokus mengejar poin TKD dengan bekerja sebaik mungkin. Saya yakin, ketua yang baru mampu mewujudkan itu,” tegasnya.

Andi Rahman (kanan) saat menerima cinderamata dari Didi Supardi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Foto : Sukabuminow

Hardi Subarmin, Ketua FKKP periode 2018-2020, mengaku akan mengambil langkah cepat merealisasikan PR pengurus sebelumnya.

“Untuk akreditasi, kami tidak was-was dengan sarana prasarana. Karena gedung Puskesmas di Kabupaten Sukabumi tergolong bagus-bagus,” beber dokter gigi tersebut.

Baca Juga :

Namun, dirinya mengkhawatirkan minimnya ketenagaan dalam hal ini dokter dan dokter gigi. Sejauh ini, Kabupaten Sukabumi masih kesulitan mencari dokter dan dokter gigi yang mau berkarir.

“Harus ada kebijakan-kebijakan yang memungkinkan dokter mau berkarir di sini. Salah satunya, gaji dan jenjang karir harus jelas bagi para dokter. Kebijakan pak bupati akan sangat berperan dalam hal ini,” paparnya.

Sedangkan terkait perubahan pendapatan pegawai Puskesmas menjadi TKD, Hardi mengaku membutuhkan fase-fase advokasi dan respon positif dari Pemkab Sukabumi untuk memuluskan rencana tersebut.

“Kepengurusan FKKP yang lama sudah bekerja maksimal terkait ini. Sekarang saya yang melanjutkan. Kami yakin, hasilnya akan sesuai harapan,” pungkasnya. (Yadi)

Editor : Andra Permana

Tags

Related Articles

Close
Close