Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ikut memperkuat program ketahanan pangan nasional melalui tanam bawang putih serentak di lahan seluas 1 hektare di kaki Gunung Gede Pangrango.
Penanaman berlangsung di Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/36). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Polres Sukabumi Kota, serta dihadiri jajaran DKP3 Kota Sukabumi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukabumi, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Penanaman Bawang Putih Serentak yang dilaksanakan secara virtual dan melibatkan 17 provinsi di Indonesia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin mengatakan penanaman bawang putih tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, tantangan utama setelah bibit ditanam adalah memastikan tanaman dapat tumbuh optimal hingga menghasilkan produksi.
“Keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari penanaman. Yang lebih penting adalah bagaimana tanaman dipelihara sampai menghasilkan, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan mendukung ketahanan pangan,” ujar Aep, Kamis (20/8/26).
Lahan yang digunakan dalam program tersebut, kata Aep, dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Harejo Nursery.
Sebelum penanaman dilakukan, lahan telah dipersiapkan melalui pendampingan teknis Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Sukabumi, serta unsur kepolisian.
“Pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan proses budi daya berjalan sesuai karakteristik lahan dan kebutuhan tanaman,” terangnya.
Aep menilai kolaborasi tersebut menjadi modal awal untuk mengembangkan bawang putih secara berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
“Pertanian membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, penyuluh, aparat, dan petani harus memiliki komitmen yang sama agar program ini tidak berhenti di awal, tetapi terus dikawal sampai panen,” katanya.
Pengembangan bawang putih dinilai memiliki nilai strategis karena komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat.
Karena itu, peningkatan produksi dalam negeri diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pasokan sekaligus mendukung upaya menuju swasembada pangan.
Bagi Kabupaten Sukabumi, program tersebut juga menjadi peluang untuk mengembangkan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi bagi petani.
Namun, Aep mengingatkan bahwa peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani.
“Tujuan akhirnya bukan hanya menambah produksi bawang putih. Kita ingin membangun usaha tani yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Penanaman di Sudajaya Girang diharapkan menjadi langkah awal pengembangan bawang putih di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Model budi daya yang berhasil nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan di lokasi lain.
Karena itu, hasil produksi dari lahan 1 hektare tersebut akan menjadi bagian penting dalam melihat efektivitas pendampingan dan pengelolaan budi daya.
Aep menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawal proses tersebut.
“Kalau dari satu lokasi ini berhasil, tentu kita berharap dapat dikembangkan di wilayah lain. Ini harus menjadi gerakan yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan satu kali,” ujarnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
