Etin Kini Punya Adminduk, Bupati Sukabumi Pastikan Perhatian Nyata untuk Warganya
Sukabuminow.com || Kisah pilu Etin (25 th), warga Kampung Babakan Astana, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, yang harus bertahun-tahun tinggal di kandang domba bersama ibunya, akhirnya mendapat titik terang. Setelah mendapat perhatian langsung dari Bupati Sukabumi, Asep Japar, Etin kini telah memiliki dokumen administrasi kependudukan (adminduk) yang sangat penting bagi kehidupannya ke depan.
Etin dibawa ke UPTD Dukcapil Wilayah IV Palabuhanratu untuk melakukan pengurusan adminduk, didampingi oleh Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, yang diutus langsung oleh Bupati. Turut hadir pula pengurus RT dan perwakilan Pemerintah Kecamatan Simpenan yang mengantar Etin dalam proses tersebut.
Berita Terkait:
“Alhamdulillah, Etin kini resmi memiliki dokumen kependudukan. Ini adalah langkah awal agar Etin bisa mengakses layanan kesehatan, bantuan sosial, maupun program pemerintah lainnya. Atas arahan Bupati Sukabumi, kami akan terus mendampingi agar hak-haknya sebagai warga negara terpenuhi,” ujar Deni Yudono, Selasa (26/8/25).
Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap kondisi warganya yang tengah mengalami kesulitan. Dengan adminduk yang sudah dimiliki, pintu akses bagi Etin untuk mendapatkan perawatan medis, terutama mengingat dirinya mengidap gangguan mental sejak empat tahun terakhir, semakin terbuka.
Rasa syukur juga disampaikan oleh Ketua RT setempat, Noviyanti, yang ikut mendampingi proses pengurusan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Sukabumi atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Sukabumi dan jajaran pemerintah daerah. Etin yang selama ini hidup dalam keterbatasan kini sudah punya adminduk. Ini adalah pintu awal agar dia bisa mendapat bantuan kesehatan dan sosial. Semoga ke depannya Etin bisa hidup lebih layak,” ungkap Novi.
Dengan kepedulian pemerintah, kisah Etin yang dulu harus tidur di kandang domba kini mulai menemukan harapan baru. Tidak hanya berupa janji, tetapi juga langkah nyata berupa pemenuhan hak-hak dasar kependudukan yang akan menjadi landasan bagi Etin untuk meraih kehidupan yang lebih manusiawi.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana




