Sukabuminow.com || Petani penggarap di Desa Sudajaya Girang. Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Terpaksa beralih profesi menjadi buruh bangunan. Untuk menyambung hidup. Pasalnya musim kemarau yang melanda. Menyebabkan mereka tidak mungkin melakukan aktivitas pertanian.
Lahan perkebunan seluas 30,3 hektare. Di wilayah tersebut. Mengalami kekeringan. Setelah tak tersiram air hujan. Dalam beberapa bulan terakhir.
“Luas lahan itu digunakan untuk perkebunan tanaman hias. 3 RW yang terimbas. Yakni RW 4. 5. Dan 7,” tutur Kepala Seksie Pemerintahan Desa Sudajaya Girang : Deden Sutisna kepada Sukabuminow. Kamis (11/7/19).
Baca Juga :
- Kloter 15 Calhaj Kabupaten Sukabumi Dilepas Wakil Bupati
- Pembangunan Perumahan, DPMPTSP Kabupaten Sukabumi Terbitkan 10 Perizinan
Menurutnya. Kemarau tahun ini bukan hanya berdampak kepada lahan perkebunan tanaman hias saja. Bahkan lahan seluas 110 hektare untuk pertanian dan kebun sayuran. Tidak digarap oleh para petani. Dengan alasan kesulitan pasokan air.
“110 hektare lahan itu. Ada di RW 1. 2. 3. 6. 8. 9. 10 dan 11. Tapi masih petani yang bertahan. Mengandalkan pasokan air dari penampungan,” paparnya. (Diana NH)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
