AdvertorialKabupaten SukabumiParlemen

Cegah Generasi Muda Lakukan Hal Negatif, Sodikin Sebut Ketahanan Keluarga Pondasi Utama

Reporter : Ade Firmansyah

Sukabuminow.com || Viralnya video gerombolan motor yang merusak kaca jendela kos-kosan di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mendapatkan tanggapan dari DPRD Kabupaten Sukabumi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, M Sodikin, menyayangkan kejadian tersebut. Sebab menurutnya, perbuatan tersebut telah masuk dalam ranah pidana dan tak pantas terjadi.

“Saya sangat miris melihat videonya. Semoga tidak ada yang masih berstatus pelajar di dalamnya,” tutur Sodikin, saat ditemui Sukabuminow.com jelang Rapat Paripurna di Ruang Wakil Ketua II, Senin (27/7/20).

Sodikin mengaku khawatir, aksi tersebut ditiru oleh anak yang masih berstatus pelajar. Terlebih, sering ditemukan anak dengan status pelajar di gerombolan bermotor tersebut.

“Harus dicegah. Jangan sampai terjerumus. Tentu penguatan di sekolah melalui pendidikan moral, akhlak, dan agama. Dan yang lebih penting lagi adalah penguatan di lingkungan keluarga. Sehingga anak segan untuk bergabung apalagi melakukan hal-hal seperti itu,” terang Koordinator Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi itu.

Ia menegaskan, pemerintah daerah harus hadir dalam mencegah generasi penerus bangsa melakukan hal-hal negatif seperti yang dilakukan gerombolan motor di Cikakak tersebut. Sementara DPRD Kabupaten Sukabumi, menurutnya, harus lebih menguatkan muatan konten kurikulum pendidikan, melalui pendidikan akhlak, moral, dan pendidikan agama.

“Kalau bicaranya ketahanan masyarakat, ketahanan bangsa, pasti berangkatnya dari ketahanan keluarga yang menjadi pondasi utama. Jadi, disamping pendidikan formal, pemerintah daerah harus konsen dalam penguatan ketahanan keluarga,” tandasnya.

GEROMBOLAN motor saat mendatangi sebuah tempat kos di Sukawayana dan merusak kaca jendelanya. Foto : Screenshot video.

Sebelumnya diberitakan, wilayah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, dibuat resah dengan kelakuan gerombolan bermotor yang membuat ulah pada Kamis (23/7/20) hingga Jumat (24/7/20) dini hari.

Terdapat dua video yang masing-masing berdurasi 31 detik dan 34 detik, yang menggambarkan suasana mencekam saat gerombolan motor itu memecahkan kaca sebuah kos-kosan. Tak hanya merusak, para pelaku juga menggeledah rumah warga. Bahkan mengambil dan memakai jaket atribut salah satu kelompok motor.

“Mereka berulah di beberapa lokasi. Di Cimaja dan Sukawayana, KecamatanCikakak. Mereka itu kelompok motor,” terang saksi mata berinisial Ba, Senin (27/7/20).

Ba menjelaskan, aksi tersebut diduga dilakukan kawanan itu untuk mencari salah anggota kelompok motor yang menjadi rivalnya. Aksi mereka dilengkapi dengan senjata tajam.

“Mereka nyari anak salah satu kelompok motor padahal anak itu sedang kerja di kapal, keluarganya di teror mereka masuk kamar dan menggeledah,” terangnya.

Salah seorang warga lainnya, Kr, mengaku mengenal orang-orang yang melakukan perusakan. Terlebih saat kejadian, Kr berada di kamar kos yang kaca jendelanya dirusak oleh gerombolan itu.

“Kejadian ini sudah dilaporkan ke polisi. Saat kejadian, saya ada di dalam kos-kosan itu. Mereka membawa cerulit panjang dan pedang Samurai (Katana). Saya bertahan di dalam kosan sampai mereka pergi,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Sukabumi, AKBP M Lukman Syarif, mengaku telah mendapatkan informasi kejadian tersebut. Melalui pesan singkat, Kapolres memastikan akan segera mengungkap kejadian tersebut.

“Akan segera kita ungkap,” singkat Lukman.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close