AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Bupati Sukabumi Monitoring PSBB Hari Kedua

Reporter : Ridwan HMS

Sukabuminow.com || Seluruh wilayah perbatasan Kabupaten Sukabumi dengan daerah lain, dijaga ketat oleh petugas gabungan percepatan penangangan Covid-19. Terlebih, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial di Kabupaten Sukabumi telah resmi ditetapkan sejak Rabu (6/5/20) kemarin.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, memantau langsung pelaksanaan PSBB Parsial hari pertama di dua kecamatan, yakni Sukaraja dan Sukalarang. Kedua wilayah tersebut notabene merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Sukabumi dengan Kabupaten Cianjur.

Pantauan tak hanya dilakukan di hari pertama, Marwan juga melakukan pemantauan di hari kedua PSBB Parsial, Kamis (7/5/20), di titik lainnya, yakni mulai dari Kecamatan Cisaat hingga Cicurug.

“Seluruh wilayah perbatasan wajib ada check point untuk masyarakat. Khususnya yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi. Semua diperiksa, jika tidak memenuhi persyaratan, maka akan diputar balikkan ke wilayah asal,” tutur Marwan di Kecamatan Cibadak.

PSBB di Kabupaten Sukabumi dilakukan secara parsial di 14 kecamatan, di antaranya Cisaat, Sukabumi, Gunungguruh, Sukaraja, Kebonpedes, Kadudampit, Sukalarang, Cibadak, Cicantayan, Cidahu, Cicurug, Palabuhanratu, Cikembar dan Parungkuda.

“Tujuan utama PSBB ini adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terangnya.

“Sosialisasikan lebih lanjut soal PSBB ini. Pihak kecamatan harus lebih aktif,” sambungnya.

Di tempat sama, Kasie Lalulintas Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Asep Somantri, menjelaskan, terdapat beberapa kendaraan yang diimbau untuk putar balik, terutama pengendara yang memiliki KTP berdomisili Jakarta dan wilayah perbatasan lainnya.

“Ada juga pelanggaran tidak menggunakan masker, dan masih duduk sejajar di mobil dengan sopir. Kami imbau mereka untuk menjaga jarak,” bebernya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close