NasionalParlemen

Bawaslu Gelar Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu, Legislator Senayan Apresiasi

Sukabuminow.com || Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 resmi dimulai 14 Juni 2022. Langkah sigap diambil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dengan melakukan Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Sukabumi, Rabu (29/6/22).

Sosialisasi yang digelar di Hotel Augusta Palabuhanratu tersebut dihadiri Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Mohammad Muraz. Peserta sosialisasi dari berbagai unsur masyarakat termasuk unsur pemilih pemula.

“14 Juni 2022 sudah masuk tahapan Pemilu dan sudah mulai sosialisasi dan bimbingan teknis dalam kepemiluan. Pemilu 2024 akan digelar pada 14 Februari. Alhamdulillah Bawaslu sudah menyosialisasikan tentang peranan mereka,” tutur Muraz usai kegiatan.

Mantan Wali Kota Sukabumi itu mengatakan, sosialisasi yang dilakukan Bawaslu tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan peran dan fungsi Bawaslu. Sehingga tidak ada pelanggaran-pelanggaran apalagi sampai ada kasus pidana di dalamnya.

“Semoga sosialisasi yang digelar Bawaslu ini dapat menambah pencerahan bagi masyarakat tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam Pemilu mendatang,” ujarnya.

Di tempat sama, Anggota Bawaslu Jawa Barat, Sutarno mengatakan, tahun 2019 lalu terdapat 942 perkara dugaan pelanggaran di Jawa Barat. Pelanggaran tersebut mencakup berbagai dimensi, mulai dari pidana, administrasi, etik, dan pelanggaran hukum lainnya.

“Bawaslu RI memberikan catatan dan masukkan atas evaluasi dan refleksi berbagai kondisi dalam Pemilu 2019 lalu.Itu akan menjadi bahan perbaikan untuk Pemilu mendatang,” terang Sutarno.

Ia menegaskan, Bawaslu di seluruh tingkatan akan meningkatkan pengawasan untuk meminimalisir bahkan menghilangkan berbagai pelanggaran Pemilu yang mungkin terjadi dengan berbagai inovasi yang dirilis.

“Bawaslu merilis berbagai inovasi, salah satunya menyelenggarakan SKPP (Sekolah Kader Pengawas Partisipatif) yang tersebar di seluruh daerah termasuk di Jawa Barat dengan 27 kabupaten dan kota di dalamnya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar ikut mendesain Pemilu agar lebih menarik diikuti oleh masyarakat,” jelasnya.

“Ini PR kami untuk meminimalisir bahkan menghilangkan berbagai potensi dan pelanggaran yang terjadi. Kami akan siapkan langkah terbaik untuk mencegah hal itu dengan merumuskan indeks kerawanan pemilu yang kami buat setiap tahunnya,” tandasnya. (Ade Firmansyah)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button