BisnisKabupaten Sukabumi

APINDO Pastikan Perusahaan di Sukabumi Pantau Terus TKA

Reporter : Ceppy ST

Sukabuminow.com || Beberapa perusahaan di Kabupaten Sukabumi terdaftar memiliki Tenaga Kerja Asing (TKA). Hal itu tak dipungkiri memicu kekhawatiran terkait penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Menyikapi hal itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi, Ning Wahyu Astuti, mengatakan, banyak yang bertanya pada dirinya terkait standar operasional prosedur (SOP) TKA yang ada di Kabupaten Sukabumi berkaitan dengan manajemen COVID-19.

“Untuk para pengusaha yang tergabung dalam APINDO, mereka telah melakukan SOP TKA jauh dari sebelum isu corona merebak seperti sekarang. Tepatnya setelah para TKA asal Tiongkok dan Korea itu kembali dari perayaan Imlek di negaranya,” terang Ning Wahyu kepada Sukabuminow.com, Rabu (18/3/20).

Ia menjelaskan, perusahaan yang bersifat grup, telah memiliki manajemen penanganan COVID-19. Mereka diinstruksikan secara terpusat oleh headquarter masing-masing yang selanjutnya wajib dipatuhi oleh seluruh perusahaan mereka di negara manapun.

“Untuk perusahaan asing seperti PT GSI, mereka sudah berpengalaman menangani virus SARS dan sudah memiliki SOP. Itu yang kemudian diterapkan pada penanganan COVID-19 ini,” ujarnya.

Saat COVID-19 mulai merebak di Tiongkok, lanjut Ning, headquarter telah menginstruksikan isolasi kepada para manajer yang kembali dari Tiongkok selama masa inkubasi virus, yakni 14 hari.

“SOP serupa dilakukan juga kepada TKA dari negara lain selain Tiongkok,” jelasnya.

Adapun langkah-langkah SOP TKA yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Kabupaten Sukabumi, antara lain : Ketika TKA Tiongkok kembali dari negara mereka setelah Imlek, suhu tubuhnya diperiksa di Bandara; Ketika tiba di perusahaan, mereka masuk isolasi, dikarantina selama 14 hingga 15 hari tergantung perusahaan. Sebab beda perusahaan beda jumlah hari. Ada yang 14 hari sudah merasa aman, ada yang 15 hari baru merasa benar-benar aman; Sehari dua kali, yakni pagi dan sore, mereka mendapatkan pengecekan suhu tubuh yang dilakukan oleh tenaga medis di masing-masing perusahaan. Tetapi ada juga perusahaan yang menyediakan alat pelacak suhu digital pada masing-masing TKA, untuk melakukan pengecekan secara mandiri dan melaporkannya sehari dua kali kepada tim medis melalui WhatsApp, seperti yang terjadi di PT Pratama.

Selanjutnya, Untuk makanan, mereka mendapatkannya dengan cara diantar ke tempat isolasi tanpa ada kontak fisik; Setelah 14 hingga 15 hari, para TKA dicek ulang oleh tim medis, dan apabila tidak ada tanda-tanda terinfeksi COVID-19, maka mereka diizinkan bekerja; Perusahaan tidak mengijinkan TKA untuk cuti hingga ada situasi yang memungkinkan untuk mereka cuti tanpa berisiko terjangkit COVID-19;

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close