BisnisKabupaten Sukabumi

APINDO Kabupaten Sukabumi Respon Isu COVID-19

Reporter : Ceppy ST

Sukabuminow.com || Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi menyikapi Corona Virus Disease (COVID-19) yang saat ini tengah merebak. Hal itu disampaikan dalam bentuk Press Release bernomor : APINDO-SUKABUMI/001/03/2020/REVISI.

Ketua APINDO Kabupaten Sukabumi, Ning Wahyu Astuti, mengatakan, press release tersebut merupakan pernyataan sikap APINDO Kabupaten Sukabumi terhadap isu panas COVID-19 yang menjadi kekhawatiran banyak kalangan.

PRESS release APINDO Kabupaten Sukabumi

“Kami sangat paham dengan situasi saat ini. Tapi kami belum dapat mengikuti berbagai rekomendasi karena berbagai hal. Salah satunya karena buyer masih membutuhkan barang dikirim secara on time. Apabila kita menghentikan produksi tanpa ada konfirmasi dari buyer, maka hal tersebut bisa menghentikan alur supply chain barang untuk sampai ke customer. Dan akan sangat berpengaruh pada kepercayaan buyer kedepan,” terang Ning Wahyu kepada Sukabuminow.com, Selasa (17/3/20).

Ia mengaku khawatir, jika pihak buyer menghentikan order akibat perusahaan tidak dapat mengirimkan barang mereka secara on time.

“Yang kedua, akan berpengaruh pada income karyawan. Kebijakan no work no pay, akan membuat mereka kehilangan setengah dari gaji mereka,” terangnya.

Ia menegaskan, kebijakan no work no pay tidak diikuti dengan kebijakan penurunan biaya-biaya seperti listrik, air, hingga cicilan motor. Sementara jika perusahaan meliburkan produksi, maka karyawan sudah pasti akan mendapatkan kesulitan.

“Jika diliburkan, maka para karyawan hanya akan mendapatkan setengah gaji. Kadang, mendapatkan gaji full saja susah, apalagi kalau hanya setengah,” imbuhnya.

Ning Wahyu menjelaskan, sistem no work no pay akibat pegawai diliburkan selama dua pekan, akan berdampak pada merosotnya daya beli masyarakat. Selanjutnya, sistem perekonomian jelas akan terganggu.

“Memang ada yang mengatakan bahwa ini soal keselamatan, bukan soal ekonomi. Namun realitas di lapangan betul-betul berbeda. Ekonomi tetap menjadi bahan pertimbangan penting. Itulah mengapa APINDO menyerahkan shut down perusahaan kepada masing-masing pengusaha. Mereka lebih tahu keadaan mereka dibanding kita,” tegasnya.

“Namun demikian, apabila trend penyebaran Corona meningkat drastis, kemudian terbit Surat Edaran dari Presiden atau pejabat berwenang yang mengharuskan kita shut down, maka kita akan patuh. Sejauh sifatnya imbauan, kami akan pertimbangkan sesuai keadaan kami,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close