Kabupaten SukabumiKriminal dan Hukum

Akun Medsos Penghina Habib Dipolisikan Ormas Islam di Kabupaten Sukabumi

Sukabuminow.com || Sekelompok orang dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) IsIam mendatangi Sat Reskrim Polres Sukabumi, Rabu (19/6/24). Tujuannya yakni untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap habib yang dilakukan di media sosial.

“Pertama kita sudah sama-sama pahami banyak kasus yang menyerang kebudayaan kita, baik secara agama maupun sejarah. Salah satunya adalah upaya mereka merubah sejarah kita dengan fitnah-fitnah yang ada. Bahkan juga mempersekusi beberapa ulama kita,” tutur pendamping laporan, Habib Alwi Bin Algadri, kepada awak media usai melakukan pelaporan.

Adapun ormas yang tergabung melaporkan sejumlah akun media sosial itu di antaranya GEMPA Kabupaten Sukabumi, para Muhibbin Pajampangan, Santri Pajampangan, PHB Pajampangan, FPI Kabupaten Sukabumi, FRI Kabupaten Sukabumi, Perguruan Poskab Sapujagat, serta para habib Pajampangan.

“Ada postingan di media sosial yang menghina para habib. Mereka membuat postingan di media sosial dengan unsur kesengajaan, bukan ketidaksengajaan, dan ini bisa menimbulkan kemarahan umat. Karena banyaknya yang mencintai para habaib sebagai dzurriyah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Aa Salam, yang sudah kita pahami dan diterapkan di masyarakat Indonesia yang berpaham ahlussunnah wal jamaah. Kita meyakini bahwa para habaib ini adalah anak cucu Nabi Muhammad dan ini tidak bisa ditolerir,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya melaporkan tiga orang pemilik akun media sosial. Sedangkan total keseluruhan yang dilaporkan berjumlah empat akun dengan pemilik yang berbeda-beda.

“Postingannya ada yang baru, ada yang sudah beberapa bulan lalu,” terangnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, KBO Reskrim sekaligus Plt. Kasat Reskrim, Ruskan Hermawan, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut, terdapat dua terduga pelaku yang sudah dilaporkan.

“Para kiai itu menanyakan perkaranya yang diadukan dan kita sudah menindaklanjutinya. Yang dilaporkan itu pelakunya, pembuat status di media sosial. Laporan hari ini ada dua laporan, semua kita tindaklanjuti,” tegasnya. (Edo)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button