Sukabuminow.com || Aktivitas warga di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali diuji. Dalam satu hari, dua titik berbeda di Kecamatan Nyalindung terdampak kondisi cuaca ekstrem, membuat mobilitas masyarakat terganggu, bahkan sempat terhenti.
Di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di Kampung Legok Areuy, Desa Cijangkar, genangan air muncul tiba-tiba pada Selasa (14/4/26) sore. Air mengalir dari area kebun warga menuju badan jalan, membawa material batu dan lumpur yang sempat menghambat kendaraan.
Seorang warga, Rudi Hartono (41 th), mengatakan kondisi tersebut terjadi begitu cepat saat debit air meningkat.
“Air datang dari atas kebun, langsung meluber ke jalan. Bukan longsor, tapi memang limpasan air yang tidak tertampung saluran,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian ini bukan yang pertama. Tahun sebelumnya, situasi serupa juga sempat terjadi di titik yang sama. Hal itu membuat warga khawatir jika tidak ada penanganan jangka panjang, kejadian akan terus berulang.
Tak hanya di Desa Cijangkar, persoalan lain juga terjadi di Desa Bojongsari. Jembatan darurat yang menghubungkan Kampung Tanggeng dan Kampung Cipiit dilaporkan putus setelah tidak mampu menahan derasnya arus sungai.
Jembatan berbahan bambu yang baru digunakan sekitar tiga bulan itu hanyut, menyisakan sebagian material yang tersangkut di aliran sungai.
Seorang warga lainnya, Siti Aminah (36 th), mengungkapkan dampak langsung dari putusnya jembatan tersebut.
“Sekarang harus muter jauh kalau mau ke kampung sebelah. Biasanya anak-anak sekolah lewat sini, sekarang jadi lebih sulit,” katanya.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut selama ini menjadi jalur utama warga untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, berdagang, hingga akses pendidikan.
Hal senada disampaikan Dedi Saputra (29 th), yang berharap adanya solusi permanen.
“Kalau hanya jembatan sementara, saat hujan besar pasti rusak lagi. Warga butuh jembatan yang benar-benar kuat,” ujarnya.
Meski genangan di ruas jalan provinsi sempat mengganggu lalu lintas, kondisi berangsur normal setelah dilakukan pembersihan material oleh petugas. Namun, persoalan jembatan yang putus masih menyisakan dampak signifikan bagi kehidupan warga.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
