Peduli Korban dan Lingkungan, Yudha Sukmagara: Banjir Cisolok Bukan Siklus, tapi Akibat Pembukaan Lahan Liar

Sukabuminow.com || Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir bandang di Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra, Yudha Sukmagara, di Posko Bencana Desa Cikahuripan pada Kamis (6/11/25).

Bantuan yang diberikan mencakup bahan makanan pokok, perlengkapan rumah tangga, kasur lantai, dan tikar untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban yang masih mengungsi.

“Kami dari Fraksi Partai Gerindra hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak di Desa Cikahuripan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi periode sebelumnya itu.

Namun, di balik aksi sosial tersebut, Yudha menyoroti isu strategis terkait penyebab bencana banjir bandang yang melanda wilayah Cisolok. Ia menolak anggapan bahwa banjir besar tersebut merupakan fenomena siklus 15 tahunan, dan menegaskan bahwa bencana tersebut lebih disebabkan oleh kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan secara besar-besaran di wilayah hulu.

“Saya tidak percaya itu siklus 15 tahunan. Ini bukan takhayul, tapi persoalan sebab dan akibat. Kata pak kades, di atas ada pembongkaran lahan sekitar lima hektare. Setelah disetop, lima hari kemudian terjadilah banjir bandang,” tegasnya saat meninjau tanggul Sungai Cisolok yang jebol.

Yudha menjelaskan, pembukaan lahan tanpa izin dan penggundulan hutan menjadi faktor utama yang memperparah aliran air saat hujan deras turun. Kondisi tersebut membuat air tidak terserap dan langsung mengalir deras ke wilayah bawah hingga menimbulkan bencana.

“Kalau hutannya digunduli, air hujan turun deras dari atas jadi banjir bandang. Ini bukan luapan air laut, tapi air dari atas. Pemerintah dan aparat harus menelusuri apakah di kawasan hulu terjadi penggundulan hutan atau eksploitasi lahan ilegal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya di DPRD akan segera berkoordinasi dengan Polres Sukabumi, Polda Jawa Barat, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menelusuri dugaan pelanggaran tata kelola lahan di kawasan hulu Sungai Cisolok.

“Kita jangan percaya pada takhayul, tapi percaya pada kerja baik, kerja keras, dan kerja cepat untuk rakyat. Kalau memang ada pelanggaran, harus ada tindakan tegas agar bencana seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosial sekaligus advokasi lingkungan ini, Yudha menegaskan komitmen Partai Gerindra untuk tidak hanya hadir di tengah masyarakat saat bencana, tetapi juga mendorong pemerintah daerah agar memperkuat pengawasan tata ruang dan penegakan hukum lingkungan.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru