Waspadai Sampah Plastik! Ini Imbauan dan Solusi dari DLH Kabupaten Sukabumi
Sukabuminow.com || Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi mengingatkan masyarakat akan bahaya jangka panjang dari sampah plastik. Melalui kampanye edukatif di media sosial, DLH menyoroti dampak serius sampah plastik terhadap lingkungan, hewan, dan kesehatan manusia, serta mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan demi mengurangi timbunan plastik.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Trisda Filtra, menjelaskan bahwa sampah plastik bukan hanya menjadi persoalan estetika, tetapi juga membawa ancaman ekologis dan kesehatan masyarakat.
“Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Sementara itu, ia mencemari tanah, air, dan udara, serta menjadi penyebab utama berbagai kerusakan lingkungan yang kita hadapi saat ini,” ujar Trisda, Kamis (5/6/25).
Menurut Trisda, sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik kerap berakhir di sungai dan laut. Hewan laut seperti penyu, ikan, dan burung sering kali mengira potongan plastik sebagai makanan, yang kemudian berujung pada kematian mereka akibat tersumbatnya saluran pencernaan.
“Tak hanya hewan, manusia juga terdampak. Mikroplastik yang berasal dari pecahan plastik kecil dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman, dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serius,” imbuhnya.
Bahaya lainnya berasal dari pembakaran plastik yang menghasilkan racun berbahaya di udara. Asap dari proses ini mengandung zat kimia yang bisa memicu penyakit pernapasan.
Untuk itu, DLH Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat melakukan berbagai upaya konkret dalam mengurangi penggunaan plastik. Trisda mengimbau agar masyarakat mulai beralih menggunakan barang-barang yang dapat digunakan kembali (reusable) seperti tumbler, tas kain (goodie bag), tempat makan, dan alat makan non-plastik.
“Mulailah memilih pakaian dan produk perawatan tubuh yang berbahan alami, menggunakan talenan dari kayu atau bambu, serta menghindari pembungkusan makanan panas dengan plastik. Ini langkah-langkah sederhana namun sangat berdampak,” tutur Trisda.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat mengurangi kebiasaan membeli barang dengan kemasan plastik berlebihan dan lebih memilih makan di tempat (dine-in) dengan peralatan makan non-plastik.
Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, kata Trisda, dapat membawa dampak besar bagi lingkungan. Ia berharap, edukasi ini mampu meningkatkan kesadaran dan menggerakkan tindakan nyata dari masyarakat luas.
“Masalah plastik ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




