Tragedi Banjir Sukabumi: Dua Jasad Ditemukan di Bawah Puing Rumah

Sukabuminow.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan Sungai Cipalabuan meluap hingga menerjang rumah-rumah warga. Salah-satu rumah kontrakan di Kampung Gumelar RT 04/22, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, ambruk dihantam arus deras pada Kamis (6/3/25) malam.
Di dalam rumah tersebut, seorang ibu, Eneng Santi (35 th), dan anaknya, Siti Nurul Awalia (3 th), terjebak tanpa sempat menyelamatkan diri. Setelah pencarian intensif oleh Tim SAR, jasad keduanya akhirnya ditemukan tertimbun puing-puing rumah dan tumpukan sampah pada Jumat (7/3/25) pukul 13.30 WIB.
Detik-Detik Sebelum Rumah Ambruk
Salah-satu saksi mata, Gina (59 th), yang tinggal di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa sebelum banjir semakin parah, ia sudah mengingatkan Santi untuk segera mengungsi.
“Sebelum air naik tinggi, saya sudah menyarankan mereka mengungsi ke tempat lebih aman. Tapi Santi memilih bertahan. Tidak lama kemudian, air datang seperti ombak besar sekitar pukul 9 malam. Saat itu, air sudah setinggi leher,” ujar Gina, Jumat (7/3/25).
Menurutnya, korban sempat berusaha menyelamatkan diri melalui pintu belakang. Namun, derasnya arus membuat usaha itu sia-sia.
“Saya masih mendengar suara minta tolong. Ada warga yang mencoba mengambil tali, tapi ketika kembali, rumahnya sudah hancur dihantam air. Setelah itu, tidak ada suara lagi,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.
Proses Pencarian yang Penuh Kendala
Tim SAR segera bergerak setelah mendapat laporan tentang hilangnya Santi dan Nurul. Komandan Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto, mengatakan bahwa pencarian sempat terkendala oleh tumpukan puing dan sampah yang terbawa arus.
“Sejak tadi malam kami berupaya menyingkirkan material yang menumpuk, karena ada kemungkinan korban tertimbun di bawahnya. Kami akhirnya menemukan jasad ibu dan anak ini dalam kondisi masih saling berdekapan di bawah puing rumah mereka,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, membenarkan bahwa pencarian berlangsung sulit karena akses yang terhalang longsor di beberapa titik.
“Korban ditemukan di bawah reruntuhan rumah, tertimbun sampah dan lumpur. Berdasarkan keterangan saksi, saat air mulai naik tinggi dan arus semakin deras, ibu dan anak ini masih berada di dalam rumah. Ketika rumah ambruk, mereka ikut terseret,” ungkap Akhmad.
Selain Santi dan Nurul, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap lima korban lainnya yang dilaporkan hilang akibat longsor di daerah Lengkong dan Simpenan.
Anggota DPRD Sukabumi Turun Tangan dan Sampaikan Duka
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Junajah Jajah Nurdiansyah, turut serta dalam pencarian korban bersama Tim SAR. Ia mengaku sangat prihatin dengan musibah ini.
“Saya ikut langsung dalam pencarian sejak pagi tadi. Ini peristiwa yang sangat memilukan. Saya menyampaikan duka cita mendalam untuk keluarga korban. Semoga almarhumah Santi dan anaknya, Nurul, mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Kita semua harus lebih waspada terhadap bencana seperti ini,” ujarnya.
“Kami di DPRD akan terus mengawal upaya penanganan bencana ini agar masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian yang layak. Ke depan, perlu ada langkah lebih konkret dalam mitigasi bencana agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya. (Edo)
Redaktur : Andra Permana




