Tiga Jembatan Penghubung di Simpenan Sukabumi Ambruk Dihantam Banjir
Sukabuminow.com || Tiga jembatan penghubung antar desa dan kecamatan di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak parah akibat derasnya aliran sungai saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Minggu (13/4/25) malam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, langsung meninjau lokasi kejadian untuk memastikan tingkat kerusakan serta upaya penanganan yang diperlukan.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, mengatakan bahwa bencana tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat cuaca ekstrem melanda wilayah Simpenan.
“Cuaca ekstrem mengakibatkan meluapnya air sungai dan merusak tiga jembatan penghubung antar desa maupun antar kecamatan di wilayah Kecamatan Simpenan,” ungkap Dandi.
Meski tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan sangat dirasakan warga karena jalur utama yang biasa digunakan kini terputus, menyebabkan beberapa wilayah terisolasi.
Berikut rincian tiga jembatan yang terdampak:
- Jembatan Cidadap
Terletak di Kampung Bojongkopo, Desa Loji, jembatan ini berada di jalur alternatif ruas Jalan Nasional Bagbagan–Kiara Dua. Sebelumnya digunakan kendaraan roda empat, namun sempat digantikan dengan jembatan sementara untuk roda dua. Kini, jembatan kembali ambruk akibat banjir. - Jembatan Naringgul
Merupakan penghubung antara Kampung Naringgul RT 09/08 Desa Loji dengan kampung Pasir Pogor, Sawah Bera, dan Cipicung. Jembatan ini sebelumnya sudah putus pada 6 Maret 2025 dan sempat diperbaiki sebagai jalur alternatif. Sayangnya, jembatan kembali ambruk dan saat ini tidak bisa dilalui, bahkan oleh pejalan kaki. - Jembatan Cibubuay
Jembatan ini menghubungkan Desa Mekarasih dengan Warungkiara melalui ruas jalan kabupaten. Lokasinya berada di Kampung Bojongsari RT 012/03, Desa Mekarasih. Jembatan putus akibat pengikisan tanah, dan saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, kondisinya masih sangat rawan ambruk total.
P2BK Simpenan bersama perangkat desa, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP telah melakukan pendataan serta koordinasi penanganan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi musim hujan ini, karena bencana bisa terjadi kapan saja,” tutup Dandi. (Edo)
Redaktur : Andra Permana




