KesehatanKota Sukabumi

Terkait Tarif Pemulasaraan Jenazah Covid-19, Ini Kata Humas RS Bunut Kota Sukabumi

Reporter : Sofwan Zulfikar (CR)

Sukabuminow.com || Sebuah isu terkait adanya biaya tambahan pemakaman jenazah korban Covid-19 beredar luas di RSUD R Syamsuddin SH Kota Sukabumi. Hal itu mendapat tanggapan dari dr Supriyanto, selaku humas rumah sakit yang juga dikenal dengan nama Bunut tersebut.

Supri -sapaan dr Supriyanto- saat ditemui di ruangannya, Selasa (3/8/21) pagi, mengaku telah mendengar isu tersebut. Kroscek ke lapangan dilakukan bersama timnya guna memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Dari hasil info di lapangan, biaya itu bukan berasal dari RS Bunut,” paparnya kepada awak media, Selasa pagi.

Ia menjelaskan, pihaknya mendapat keterangan setelah berbicara langsung dengan salah satu keluarga pasien. Korban meninggal tersebut merupakan pasien suspect Covid-19 yang belum keluar hasil tes Swab PCR-nya.

“Ternyata keluarga almarhum menolak pemulasaraan jenazah dengan standar protokol kesehatan. Oleh sebab itu, kami (RS Bunut) sudah tidak memiliki kewajiban lagi untuk melakukan pengurusan jenazah tersebut. Segala sesuatu yang diperlukan terkait pemulasaraan jenazah, ambulans untuk membawa jenazah ke rumah duka ataupup pemakaman, serta proses pemakaman, itu merupakan tanggung jawab dan beban keluarga almarhum,” terangnya.

Supri menegaskan, seluruh administrasi biaya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

“Jadi jika pasien dirawat di RS Bunut dan ternyata pasien terkonfirmasi positif, keluarga sudah tidak perlu khawatir akan masalah biaya medis. Dan jika ada pasien yang meninggal sedangkan hasil tes Swab PCR-nya belum keluar, maka menurut peraturan jenazah tersebut dikategorikan ke dalam jenazah pasien suspect Covid-19. Sehingga harus dimakamkan dengan metode pemakaman jenazah Covid-19, agar keluarga juga tidak perlu memikirkan beban biaya pemakaman. Karena seluruhnya sudah ditanggung oleh pemerintah,” tandasnya.

Supri berharap, ke depannya masyarakat bisa memahami terlebih dahulu informasi yang didapat. Sehingga tidak terjadi kesalah pahaman dalam penyebarluasan informasi.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close