KesehatanNasionalPemerintahanReligi

Terkait Protokol Kesehatan di Pesantren, Wagub Jabar : Pemda Harus Membantu

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah merilis Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar No 443/Kep.321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Lingkungan Pondok Pesantren.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzahnul Ulum, mengatakan, Kepgub tersebut ditandatangani Gubernur Ridwan Kamil pada 11 Juni 2020 lalu. Didalamnya terdapat 15 protokol kesehatan umum, 6 protokol kedatangan kiai, santri, asatidz, dan pihak lain, 7 protokol di masjid, 9 protokol di tempat belajar, 14 protokol di penginapan santri atau kobong, 9 protokol di tempat makan, 8 protokol di kantin, dan 3 protokol jika ada indikasi Covid-19 di pesantren.

“Kepgub ini untuk mendukung Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sudah disepakati oleh para kiai dan pengurus Ponpes. Sejak dibuat rancangannya, kami terus berkomunikasi dengan kiai dan pengurus Ponpes di Jabar,” tutur Uu saat berkunjung ke Ponpes Darul Haqmal Kampung Talun Kiara Payung Rt 04/05, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis (18/6/20).

Ia menjelaskan, banyak Ponpes di Jabar telah menyatakan siap mengaplikasikan Kepgub tersebut. Malah telah ada yang menjalankannya. Namun Uu menegaskan, Ponpes tetap harus mendapatkan bantuan dan bimbingan dari pemerintah daerah setempat dan provinsi.

“Mereka jelas membutuhkan bantuan masker, handsanitezer, disinpektan, vitamin, dan lainnya sesuai dengan SOP yang ada. Para kepala daerah harus memfasilitasinya,” tegasnya.

Uu mengaku telah mendatangi beberapa Ponpes di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, dan terakhir Ponpes Darul Haqmal di Desa Citepus.

“Pada prinsipnya mereka siap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan Ponpes,” tandasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close