AdvertorialKabupaten SukabumiPertanian

Tanaman Hias Kabupaten Sukabumi Sita Perhatian Kemenko Perekonomian RI

Sukabuminow.com || Tanaman hias asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikenal memiliki kualitas baik. Selain itu, orientasi yang dimiliki juga telah berstatus ekspor karena telah merambah ke sejumlah negara di dunia.

Ekspor tanaman hias atau florikultura itu menjadi sebuah keuntungan dan kesempatan bagi para petani selaku pemasok tanaman hias untuk meningkatkan kesejahteraannya. Selain itu, perusahaan eksportir juga diharapkan mendapatkan keuntungan serupa.

“Terbukanya pasar ekspor untuk tanaman hias ini tentunya diharapkan memberikan keuntungan, tidak hanya pada perusahaan eksportir tetapi juga para petani yang menjadi pemasok utama tanaman hias,” tutur Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, Minggu (19/5/24).

Meski begitu potensi ekspor yang menjanjikan, juga diiringi dengan sejumlah persoalan. Disamping persoalan pasar dan supply chain, persoalan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) masih ditemukan. Hal itu yang rawan menjadikan kualitas tanaman hias menurun.

“Saat ini masih saja ditemukan OPT yang menjadi kendala dan menghambat proses pengiriman. Jumlah atau kuantitas tanaman yang tidak sesuai dengan dokumen pengiriman, kesalahan nama atau jenis tanaman yang tidak sesuai dengan dokumen pengiriman, terdapat ketidaksesuaian additional declaration atau deklarasi tambahan pada Phytosanitary Certificate (PC),” jelasnya.

Persoalan tersebut, kata Tuty, mendapat perhatian dari Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Perekonomian RI. Terbaru, asisten deputi bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan eksportir tanaman hias di Salabintana, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jumat lalu.

“Kemarin juga digelar rapat koordinasi dalam rangka evaluasi perkembangan ekspor florikultura. Diskusi dilakukan dengan pemilik perusahaan dan para petani untuk menggali permasalahan yang masih menghambat. Harapannya tentu saja dapat dicari solusi yang akan difasilitasi Kemenko Perekonomian RI,” ujarnya. (Denden)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button