Sukabuminow.com || Sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Kabupaten Sukabumi, yang dikenal memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Jawa Barat, berhasil mencatat pendapatan sektor wisata sebesar Rp624.349.000 sepanjang periode 1 Januari hingga 1 Juni 2026.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri pariwisata daerah di tengah upaya pemerintah memperkuat daya tarik destinasi, meningkatkan pelayanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis wisata.
Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, @dispar_kab.sukabumi, Selasa (2/6/26), yang disampaikan oleh Mojang Wakil I Kabupaten Sukabumi Tahun 2025, Fitria Putri Aulia.
Berdasarkan laporan pendapatan periode 25 Mei hingga 1 Juni 2026, total retribusi yang berhasil dihimpun dari sejumlah objek daya tarik wisata (ODTW) milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi mencapai Rp81.639.000.
Dari enam destinasi wisata unggulan yang dikelola pemerintah daerah, Curug Sodong menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai retribusi mencapai Rp17.950.000. Posisi berikutnya ditempati Pondok Halimun dengan kontribusi Rp15.905.000 dan Geyser Cisolok sebesar Rp15.510.000.
Sementara itu, Curug Cikaso menyumbang pendapatan sebesar Rp11.010.000. Adapun Pantai Minajaya menghasilkan retribusi Rp4.960.000 dan kawasan wisata Cinumpang sebesar Rp2.520.000.
Selain dari retribusi kunjungan, pemerintah daerah juga memperoleh penerimaan dari asuransi wisatawan sebesar Rp13.784.000. Dengan demikian, total pemasukan yang masuk ke kas daerah selama periode tersebut mencapai Rp67.855.000.
Tingginya kontribusi sejumlah destinasi wisata alam tersebut menunjukkan bahwa minat wisatawan terhadap objek wisata berbasis alam di Kabupaten Sukabumi masih sangat kuat. Curug, kawasan hutan wisata, hingga wisata geotermal menjadi magnet utama yang mampu menarik kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah.
Secara kumulatif, pendapatan sektor wisata Kabupaten Sukabumi hingga awal Juni 2026 terdiri atas retribusi pelayanan tempat rekreasi dan olahraga sebesar Rp615.549.000 serta hasil kerja sama pemanfaatan barang milik daerah sebesar Rp8.800.000.
Angka tersebut memperlihatkan tren pertumbuhan yang menjanjikan bagi sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi Kabupaten Sukabumi. Dengan bentang alam yang lengkap, mulai dari pantai, air terjun, kawasan hutan, hingga sumber air panas alami, Sukabumi memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai tujuan wisata unggulan di tingkat regional maupun nasional.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas destinasi wisata. Langkah tersebut mencakup peningkatan pelayanan pengunjung, penataan kawasan, perbaikan sarana pendukung, hingga penguatan aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan.
Upaya pengembangan tidak hanya difokuskan pada objek wisata yang dimiliki pemerintah daerah, tetapi juga diarahkan pada destinasi yang dikelola oleh masyarakat, perusahaan, maupun instansi lainnya. Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing pariwisata Sukabumi secara menyeluruh.
Ke depan, peningkatan kualitas destinasi wisata diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar, membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Melalui semangat Sapta Pesona dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Sukabumi terus berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Jawa Barat yang menawarkan pengalaman wisata alam yang tertata, bersih, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
