Bukan Sekadar Turnamen, Sukabumi Bangun Sistem Pembinaan Atlet Berbasis Data
Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai menggeser pendekatan pembangunan olahraga dari sekadar kegiatan kompetisi menjadi bagian dari kebijakan strategis pembangunan sumber daya manusia (SDM). Salah satu sektor yang kini diproyeksikan menjadi pilar baru adalah tenis meja, cabang olahraga yang dinilai memiliki daya jangkau luas dan potensi regenerasi tinggi.

Melalui kejuaraan tenis meja tingkat regional yang melibatkan sekitar 500 atlet dari Sukabumi Raya, Sabtu (7/2/26), Pemkab Sukabumi tidak hanya mendorong partisipasi, tetapi juga membangun sistem pemetaan bakat (talent mapping) untuk kepentingan pembinaan jangka menengah dan panjang.
Ketua Panitia, Mahdi Abdul Hadi, menyebut bahwa kejuaraan ini menjadi sarana awal untuk mengumpulkan basis data atlet lokal yang selama ini tersebar dan tidak terintegrasi.
“Selama ini banyak atlet potensial yang tidak terpantau secara sistematis. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju pembinaan berbasis data, bukan hanya berdasarkan momentum,” ujarnya.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa olahraga kini diposisikan sebagai instrumen pembangunan sosial, bukan lagi sekadar aktivitas hiburan atau agenda rutin.
“Kita ingin olahraga berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda, sekaligus membuka jalur prestasi yang nyata. Pembinaan harus terstruktur, berjenjang, dan terhubung dengan sistem nasional,” tegasnya.
Menurutnya, tenis meja memiliki keunggulan strategis karena dapat dikembangkan dari tingkat desa hingga nasional dengan infrastruktur minimal namun berdampak maksimal, sehingga sejalan dengan konsep pemerataan pembangunan SDM.
Lebih jauh, Pemkab Sukabumi menargetkan kejuaraan-kejuaraan daerah ke depan tidak lagi berhenti pada aspek kompetisi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet, mulai dari talent scouting, pelatihan berkelanjutan, hingga koneksi dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) dan federasi tingkat provinsi.
“Sukabumi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam peta olahraga nasional. Kita harus menjadi produsen atlet, bukan sekadar penyelenggara event,” tambah Asjap.
Dari sisi kebijakan publik, pendekatan ini juga diproyeksikan memberi dampak ganda, mulai dari penurunan risiko perilaku menyimpang generasi muda, peningkatan partisipasi sosial, hingga penguatan ekonomi lokal melalui sektor sport industry.
Dengan arah tersebut, Pemkab Sukabumi menempatkan tenis meja sebagai model awal transformasi kebijakan olahraga daerah, yang ke depan akan diperluas ke cabang-cabang lain sebagai bagian dari agenda besar pembangunan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana




