AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

DLH Optimis TPST RDF Cimenteng Solusi Persoalan Sampah

Sukabuminow.com || Belum lama ini, sejumlah kepala perangkat daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melakukan perjalanan kerja ke negara tetangga, Thailand. Salah satu di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo.

Ia mengatakan, selama di Negeri Gajah Putih, pihaknya berkesempatan melihat langsung cara Thailand mengolah sampah menjadi pupuk organik. Selain itu, ia mengaku terkesan dengan cara Thailand dalam memanfaatkan Refuse Derived Fuel (RDF) untuk pengganti batubara.

“Ternyata sampah tersisa di pengolahan RDF itu diolah untuk pupuk dan pengganti batubara sebagai bahan bakar. Tapi dengan teknologi yang tinggi dengan biaya cukup lumayan besar juga tentunya. Mereka cukup sukses dengan itu,” kata Prasetyo, Kamis (6/6/24).

Ia menjelaskan, pengolahan sampah menjadi RDF atau yang kerap disebut ‘keripik sampah’ karena caranya dengan mengurangi kadar air dalam sampah hingga kurang dari 25 persen tersebut, menjadi fokus perhatian dirinya. Mengingat saat ini, Pemkab Sukabumi tengah menggelar kerja sama dengan PT. Siam Cement Group (SCG) untuk membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) RDF di TPA Cimenteng.

“In Syaa Allah kalau (TPST RDF Cimenteng) selesai di bulan Oktober, kita bisa operasional. Jadi bisa mengurangi sampah yang ada di TPA untuk diolah menjadi RDF,” ujarnya.

TPST RDF di Thailand, kata Prast, memiliki produksi mencapai 1.509 ton per hari. RDF yang dihasilkan digunakan untuk pupuk kompos dan energi bio pengganti bahan bakar minyak. Namun hal itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Di sana sudah teknologi tinggi dan memang cukup besar anggarannya, hampir 3 triliun rupiah. Sedangkan di kita APBD saja 4 triliun. Kalau kita aplikasikan mungkin nanti skala kecil, kita ingin coba desa-desa saja lah dengan anggaran yang lebih terjangkau,” bebernya.

Prast juga mengaku telah berdiskusi dengan rekannya di Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait pengelolaan sampah menjadi pupuk. Bahkan pihaknya akan melakukan uji coba di TPA Cimenteng.

“Progres pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu RDF di Cimenteng mungkin sekitar 30 persen, tapi target In Syaa Allah selesai. Karena kemarin kita terkendala kondisi tanahnya yang terlalu empuk. Jadi harus dikuatkan dulu karena bangunannya nanti cukup besar,” pungkasnya. (Ade F)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button