Sukabuminow.com || Kamis (20/11/25) pagi, halaman Sekretariat Gapoktan Wanajaya tampak lebih ramai dari biasanya. Para petani datang dengan baju kerja lapangan, sebagian masih berbau tanah sehabis mengecek kebun. Mereka berkumpul mengikuti Kegiatan Gerakan Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Cengkeh yang digelar oleh Balai Perlindungan Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.
Sebanyak 25 petani duduk melingkar sederhana. Di meja, tersusun contoh daun dan ranting cengkeh yang terserang hama. Suasana terasa cair—ada yang mengamati dengan seksama, ada pula yang bertanya sambil menunjukkan masalah yang mereka temukan di kebun.
Narasumber Turun Langsung: Membahas Daun, Hama, dan Solusi
Lima narasumber hadir membaur di antara para petani: Miftahul Janah, Tien Hendarsah, Yuda Muhammad Zaelani, Harry Hidayat, dan Gustiar Hadi Yahya. Mereka tidak berdiri jauh di depan, tetapi mendekat, memperlihatkan contoh OPT, dan menyentuh daun bersama para peserta.
Miftahul Janah menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar petani bisa mengidentifikasi masalah di kebun mereka sendiri.
“Kami ingin para petani mengenali gejala sejak awal, apakah itu serangan hama atau penyakit. Dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), petani bisa mengambil langkah cepat dan tepat,” ujarnya sambil menunjukkan contoh daun yang menguning akibat serangan OPT.
Peserta tampak fokus. Beberapa langsung membandingkan daun milik mereka dengan contoh yang ditunjukkan. Ada yang mengangguk-angguk, ada pula yang langsung mengajukan pertanyaan.
Lapangan Kecil, Belajar Besar: Praktik Membuat Pupuk Hayati
Setelah sesi materi, para peserta diajak keluar ruangan menuju area yang disiapkan untuk praktik. Ember-ember biru, jerigen, dan bahan-bahan organik sudah disusun.
Pelatihan hari itu berlanjut dengan pembuatan pupuk hayati. Tawa sesekali pecah ketika beberapa petani saling membantu mencampur bahan yang cukup ‘menyengat’ baunya. Namun semangat mereka tidak surut.
“Kalau begini prakteknya, kami lebih cepat paham,” ujar seorang petani sambil terus mengaduk campuran bahan pupuk.
Narasumber memberikan contoh, lalu para petani mencoba membuat sendiri. Suasana benar-benar terasa seperti kerja bakti: ramai, kompak, dan penuh interaksi.
Harapan Petani: Tanaman Sehat, Panen Kembali Berlimpah
Ketua Gapoktan Wanajaya, Suminta, mengungkapkan betapa pentingnya pelatihan ini bagi para petani di desanya.
“Sudah banyak pohon cengkeh mati karena hama. Kami ingin kondisi ini berubah. Dengan pelatihan ini, semoga kami bisa meningkatkan lagi hasil panen,” ucapnya sambil memeriksa pupuk yang baru dibuat.
Para petani lainnya pun sepakat. Mereka merasakan manfaat langsung dari pelatihan yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh nyata di lapangan.
Program Berkelanjutan dari Dinas Perkebunan Jabar
Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang Balai Perlindungan Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan di Wanajaya dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, memastikan materi tidak hanya disampaikan, tetapi juga dipahami dan bisa diterapkan.
Dengan suasana lapangan yang hidup, penuh kerja sama, dan dibalut semangat para petani, kegiatan ini menjadi awal yang kuat untuk kebangkitan kembali tanaman cengkeh di Wanajaya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
