Api Meluas di Tengah Cuaca Panas, Lahan Alang-alang di Sukabumi Terbakar

Sukabuminow.com || Sekitar 1.000 meter persegi lahan yang ditumbuhi alang-alang di Kampung Simpenan, RT 01/02, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terbakar pada Jumat (24/7/26) siang.

Api diduga muncul dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Kobaran api kemudian merambat ke lahan kering yang dipenuhi alang-alang hingga area terbakar semakin meluas.

Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi sekitar pukul 14.09 WIB. Setelah menerima laporan, petugas dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Cibadak langsung dikerahkan menuju lokasi.

Tim tiba sekitar pukul 14.39 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman. Petugas bergerak cepat untuk memastikan kobaran api tidak merambat ke area lain yang berpotensi membahayakan warga dan lingkungan sekitar.

Komandan Regu Damkar Pos Cibadak, Iyep Yosepa, mengatakan pemeriksaan awal di lokasi mengarah pada dugaan bahwa kebakaran dipicu oleh pembakaran sampah yang tidak diawasi.

“Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah yang tidak dijaga, kemudian merembet ke lahan kering yang dipenuhi alang-alang,” ujar Iyep.

Kondisi lahan yang kering dan cuaca panas turut mempercepat penyebaran api. Vegetasi alang-alang yang mudah terbakar membuat kobaran api berpotensi menjalar dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

Beruntung, petugas berhasil mengendalikan kebakaran sebelum api meluas ke area yang lebih besar. Permukiman warga di sekitar lokasi juga berhasil diamankan dari ancaman kobaran api.

“Alhamdulillah, api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Iyep.

Damkarmat Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menangani sumber api. Warga diminta tidak meninggalkan bara atau api yang masih menyala, terlebih ketika berada di dekat lahan kering dan rerumputan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Jika pembakaran tetap dilakukan, api harus diawasi hingga benar-benar padam dan lokasi dipastikan aman,” tegasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru