Sukabumi Perkuat Sekolah Siaga Kependudukan, Pendidikan Generasi Muda Jadi Sorotan

Sukabuminow.com || Menyiapkan generasi muda yang berkualitas tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan capaian akademik. Pemahaman terhadap dinamika kependudukan, perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, hingga pembangunan keluarga juga menjadi bagian penting yang perlu dikenalkan sejak usia sekolah.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penguatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Kabupaten Sukabumi. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui Bidang Pengendalian Penduduk menggelar Sosialisasi Kebijakan Terbaru Implementasi Sekolah Siaga Kependudukan, Kamis (23/7/26) lalu.

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan mengenai arah terbaru pelaksanaan program SSK sekaligus menyamakan persepsi dalam penerapannya di lingkungan satuan pendidikan.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKB Kabupaten Sukabumi, Ani Andriyani, memimpin kegiatan yang diikuti oleh sejumlah pihak yang memiliki peran dalam pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan.

“Program ini memiliki posisi strategis karena sekolah tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik. Lingkungan pendidikan juga dapat menjadi ruang untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai persoalan kependudukan yang akan memengaruhi masa depan daerah,” katanya, Sabtu (25/7/26).

Melalui Sekolah Siaga Kependudukan, pendidikan mengenai kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran dan lingkungan sekolah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat isu kependudukan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

“Kabupaten Sukabumi memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik penduduk dan kondisi sosial yang beragam. Situasi tersebut membuat pembangunan sumber daya manusia membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil pendidikan, tetapi juga pada kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan sosial dan demografi,” ujar Ani.

Penguatan Sekolah Siaga Kependudukan Sukabumi dinilai sangat relevan dalam konteks pembangunan jangka panjang. Pengetahuan mengenai kependudukan dapat membantu peserta didik memahami hubungan antara pertumbuhan penduduk, kualitas keluarga, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Generasi muda juga perlu dibekali kemampuan untuk memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang berkaitan dengan masa depan mereka. Perencanaan pendidikan, pekerjaan, kehidupan keluarga, serta pola hidup sehat merupakan bagian dari persoalan yang berkaitan erat dengan pembangunan kependudukan,” imbuh Ani.

Dalam konteks tersebut, sekolah dapat mengambil peran sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus pusat literasi kependudukan. Edukasi yang diberikan sejak dini diharapkan dapat membentuk pola pikir generasi muda agar lebih sadar terhadap tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang.

Sosialisasi yang digelar DPPKB Kabupaten Sukabumi tidak hanya diarahkan untuk menyampaikan kebijakan terbaru. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan pemahaman antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait.

“Kesamaan persepsi sangat penting agar implementasi SSK tidak berhenti pada kegiatan administratif atau sekadar penetapan sekolah sebagai pelaksana program. Program tersebut perlu diterjemahkan ke dalam aktivitas pendidikan yang benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik, ucap Ani.

Dengan demikian, keberhasilan SSK tidak semata-mata diukur dari jumlah sekolah yang mengikuti program. Kualitas implementasi, keterlibatan warga sekolah, relevansi materi, serta kemampuan peserta didik memahami isu kependudukan menjadi aspek yang tidak kalah penting.

Penguatan koordinasi antara DPPKB dan satuan pendidikan pun menjadi salah satu kunci agar kebijakan dapat diterapkan secara konsisten. Sekolah membutuhkan pemahaman yang jelas mengenai arah program, sedangkan pemerintah daerah perlu memastikan pendampingan dan penguatan kapasitas dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Isu kependudukan pada dasarnya merupakan persoalan lintas sektor. Pertumbuhan penduduk, kualitas pendidikan, kesehatan, ketahanan keluarga, kesempatan kerja, dan kualitas lingkungan saling berkaitan dalam menentukan masa depan sebuah daerah,” benernya.

Pendidikan kependudukan, lanjut Ani, perlu ditempatkan sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Generasi muda yang memahami persoalan kependudukan diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab dalam kehidupannya.

“Sekolah Siaga Kependudukan menjadi salah satu strategi untuk mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam lingkungan sekolah,” terangnya.

Melalui implementasi kebijakan terbaru, sekolah diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran yang membantu membentuk generasi muda dengan wawasan kependudukan, karakter kuat, dan kemampuan merencanakan masa depan secara lebih baik.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan SSK tidak semestinya dipahami sebagai program sektoral semata. Lebih jauh, program ini dapat menjadi bagian dari strategi membangun kesadaran generasi muda terhadap persoalan yang akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Sukabumi.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil sosialisasi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di sekolah. Kebijakan yang baik akan memberikan dampak apabila dipahami, diterapkan, dan dievaluasi secara konsisten,” ujarnya.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru