Sukabuminow.com || Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali memiliki aplikasi sistem untuk meningkatkan kinerja. Aplikasi tersebut bernama Sistem Informasi Monitoring Pembangunan Desa di Kecamatan Palabuhanratu (SIMBANGRATU).
Kepala Seksi Pembinaan Dan Pengawasan Desa (Kasi Binwasdes) Kecamatan Palabuhanratu, Pikri D. Parhanudin mengatakan, SIMBANGRATU merupakan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi dalam proses monitoring pembangunan desa.
“Sistem ini mengintegrasikan informasi terkait pelaksanaan program pembangunan desa dalam satu platform digital. Nantinya ini dapat diakses oleh pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat secara real-time,” kata pria bertitel S.IP., M.P.A itu usai sosialisasi SIMBANGRATU kepada sekretaris desa dan kepala dusun dari sembilan desa se-Kecamatan Palabuhanratu di Aula Kecamatan Palabuhanratu, Jumat (22/11/24).
Pria yang tengah menjalani Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan Ke-3 Tahun Anggaran 2024 itu menjelaskan, SIMBANGRATU dibuat dengan sejumlah tujuan, antara lain untuk meningkatkan monitoring pembangunan desa, mempermudah akses informasi publik terkait pembangunan, dan mendukung pengawasan berbasis data yang terintegrasi.
“SIMBANGRATU ditargetkan memecahkan sejumlah permasalahan yang dihadapi. Itu meliputi keterbatasan informasi yang tersedia untuk masyarakat, kurangnya transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa, dan pelaksanaan monitoring pembangunan desa yang belum efektif dan efisien,” bebernya.
Pikri menegaskan, SIMBANGRATU merupakan aplikasi digital berbasis web dan mobile untuk monitoring dan pengawasan pembangunan desa dengan sejumlah fungsi utama, di antaranya penginputan data pembangunan desa, monitoring progres pembangunan secara real time, dan penyediaan informasi pembangunan untuk masyarakat umum.
“Manfaat SIMBANGRATU itu sendiri untuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pembangunan, efisiensi waktu dan biaya dalam monitoring, serta memberikan akses informasi kepada masyarakat secara terbuka,” tegas Pikri.
Pikri menyebut, cara kerja aplikasi SIMBANGRATU mencakup :
- Pengumpulan Data
Pemerintah desa dan kecamatan menginput data-data tersebut ke dalam sistem;
- Input Data Kegiatan/Proyek
Sekdes menginput informasi terkait proyek dengan menggunakan format yang salah ditentukan dalam SIMBANGRATU;
- Pemantauan Progres Secara Berkala
Kadus di lapangan wajib melaporkan perkembangan proyek ke dalam sistem sesuai jadwal yang ditetapkan;
- Pelaporan dan Evaluasi
Data yang telah dikumpulkan dan diperbarui dalam sistem akan menghasilkan laporan otomatis untuk dilaporkan kepada pimpinan;
- Analisis dan Tindak Lanjut
Kecamatan akan menganalisis data untuk mengidentifikasi kendala dan menentukan langkah-langkah korektif;
SIMBANGRATU memiliki fitur yang dapat dimanfaatkan pengaksesnya. Fitur-fitur yang terdapat di dalamnya yakni dashboard, sistem pelaporan real time, pengawasan oleh kepala dusun, sistem notifikasi dan reminder, dan informasi transparan bagi masyarakat.
“Kami pastikan, SIMBANGRATU dirancang dengan fokus pada keberlanjutan, baik dari segi teknologi maupun kebijakan. Serta meningkatkan kolaborasi antar-pihak terkait. Kami berharap, SIMBANGRATU menjadi solusi digital untuk monitoring dan pengawasan pembangunan desa,” pungkasnya.
Di tempat sama Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, mengapresiasi kehadiran aksi perubahan (Akper) milik Pikri, SIMBANGRATU. Ia juga memotivasi Pikri untuk terus mengembangkan aplikasi tersebut.
“Saya yakin, aplikasi ini akan sangat bermanfaat untuk Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu dan desa-desa di dalamnya. Era sekarang ini semua harus berbasis digital dan tentu saja harus transparan, terutama dalam hal pembangunan desa,” tandasnya. (Ade F)
Editor : Andra Permana
