Sukabuminow.com || Kondisi sekolah rusak di Simpenan Sukabumi mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bupati Sukabumi, Asep Japar, memastikan kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Asep Japar saat menanggapi kondisi SDI Insan Mandiri di Kampung Cikondang, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/8/26) malam.
Sekolah tersebut menjadi sorotan karena 129 pelajar masih menjalani kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang jauh dari kondisi ideal.
Sejumlah bagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisinya antara lain berupa atap bocor, plafon rusak, lantai yang belum dikeramik, serta ruang kelas yang belum tertutup secara layak.
Keterbatasan fasilitas juga membuat kegiatan belajar harus disiasati. Beberapa kelas terpaksa menggunakan ruang secara bergantian karena sekolah hanya memiliki tiga ruangan utama.
Menanggapi persoalan tersebut, Asjap mengatakan pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.
“Ya, In Syaa Allah nanti itu juga merupakan salah satu perhatian. Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga peka terhadap bangunan-bangunan SD yang sementara ini rusak. Insyaallah,” ujar Asjap.
Pernyataan Asjap menjadi respons pemerintah daerah terhadap kondisi pendidikan di wilayah Simpenan.
SDI Insan Mandiri Simpenan menjadi akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah setempat. Namun, keterbatasan sarana membuat proses pembelajaran berlangsung dalam kondisi yang belum sepenuhnya nyaman.
Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, kerusakan bangunan telah berlangsung sejak sekitar 2021 atau 2022.
Kondisi tersebut juga telah dilaporkan kepada pengawas dan dinas terkait. Status kerusakan bangunan disebut telah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan kategori kerusakan berat.
Pengajuan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru juga telah dilakukan.
Namun, perbaikan menyeluruh hingga kini belum terealisasi.
Salah satu persoalan yang dihadapi sekolah adalah lantai ruang kelas yang masih berupa tanah. Ketika aktivitas siswa berlangsung, debu mudah beterbangan dan mengganggu proses pembelajaran.
Kondisi atap juga menjadi persoalan. Saat hujan turun, air dapat masuk ke ruang belajar melalui bagian yang bocor.
Fasilitas ruang kelas yang belum memadai turut menimbulkan persoalan keamanan dan kenyamanan bagi siswa maupun guru.
Di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Para guru berupaya memastikan keterbatasan fasilitas tidak membuat anak-anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
Sejumlah kelas bahkan harus berbagi ruang. Kelas I bergabung dengan kelas III, sedangkan kelas II menggunakan ruang bersama kelas IV.
Sementara itu, siswa kelas V dan VI masih mengikuti pembelajaran di ruang dengan kondisi yang belum memadai.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan siswa.
Debu dari lantai tanah dapat mengganggu kenyamanan belajar. Ketika hujan turun, kebocoran atap juga berpotensi mengganggu kegiatan di dalam kelas.
Kondisi bangunan yang belum sepenuhnya tertutup juga menjadi perhatian karena ruang belajar dapat dimasuki hewan.
Meski demikian, para guru tetap menjalankan kegiatan pembelajaran. Mereka berupaya mempertahankan semangat belajar siswa sambil menunggu perhatian dan solusi dari pemerintah.
Bupati Pastikan Bangunan Sekolah Rusak Tidak Diabaikan
Asjap menegaskan bahwa kondisi sekolah dasar yang mengalami kerusakan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Pernyataan tersebut memberikan harapan bagi sekolah dan para siswa yang selama ini belajar dengan keterbatasan fasilitas.
Namun, kebutuhan rehabilitasi sekolah tidak hanya berkaitan dengan memperbaiki bangunan.
Perbaikan harus memastikan ruang belajar menjadi aman, sehat, dan nyaman bagi siswa serta guru.
Bagi pemerintah daerah, kondisi sarana pendidikan merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, persoalan sekolah rusak perlu ditangani berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan.
Dalam konteks SDI Insan Mandiri, kebutuhan tersebut mencakup perbaikan ruang kelas, atap, plafon, lantai, serta bagian bangunan lain yang berpengaruh terhadap keamanan kegiatan belajar.
Asjap menyatakan pemerintah daerah akan memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga peka terhadap bangunan-bangunan SD yang sementara ini rusak,” katanya.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
