Sukabuminow.com || Kehadiran Gedung Serbaguna Desa Sukamulya di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak hanya menambah fasilitas publik bagi masyarakat. Bangunan yang mulai dibangun secara bertahap sejak 2022 itu kini dipandang sebagai aset strategis yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menjadi ruang pengembangan generasi muda.
Di tengah tuntutan kemandirian desa yang semakin besar, keberadaan aset produktif seperti gedung serbaguna menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat sumber pendapatan desa di luar bantuan pemerintah.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menilai pemanfaatan gedung tersebut harus diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah desa.
Menurutnya, gedung serbaguna memiliki fungsi yang sangat luas, mulai dari kegiatan kemasyarakatan, pertemuan, hingga penyelenggaraan acara yang dapat menghasilkan pendapatan bagi desa.
“Gedung ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pertemuan maupun acara keluarga. Jika dikelola dengan baik, tentu dapat menjadi salah satu sumber pendapatan asli desa,” ujarnya di sela peresmian gedung tersebut, Rabu (10/6/26).
Di banyak daerah, pendapatan asli desa masih menjadi tantangan karena ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah masih cukup tinggi. Karena itu, pengelolaan aset desa secara produktif menjadi langkah yang semakin relevan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Gedung serbaguna memiliki potensi besar karena dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk berbagai kebutuhan warga. Selain memberikan manfaat sosial, aset tersebut juga dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkontribusi terhadap pembangunan desa,” tegas Asjap.
Bupati Asjap menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan fasilitas publik tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat, gedung serbaguna juga diproyeksikan menjadi ruang pembinaan olahraga dan pengembangan bakat anak-anak muda di tingkat desa.
“Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga, termasuk latihan pencak silat maupun cabang olahraga lainnya yang berkembang di lingkungan masyarakat,” katanya.
Keberadaan ruang aktivitas yang memadai dinilai penting di tengah meningkatnya penggunaan gawai oleh anak-anak dan remaja. Aktivitas olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk membangun karakter, kedisiplinan, serta kesehatan generasi muda.
“Ketika dimanfaatkan secara optimal, gedung ini bisa menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet dari Desa Sukamulya maupun Kecamatan Cikembar,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Di tempat sama, Kepala Desa Sukamulya Dudun Ibrahim, mengatakan pembangunan gedung serbaguna merupakan cita-cita masyarakat yang telah direncanakan sejak lama.
“Pembangunan dilakukan secara bertahap sejak 2022 hingga akhirnya dapat digunakan oleh masyarakat pada tahun ini. Proses tersebut mencerminkan komitmen desa dalam menghadirkan fasilitas yang mampu menjawab kebutuhan warga,” jelasnya.
Menurut Dudun, keberadaan gedung tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang dapat memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia di Desa Sukamulya.
“Hadirnya gedung serbaguna ini tidak hanya menambah infrastruktur publik, tetapi juga menjadi aset strategis yang dapat mendukung peningkatan pendapatan desa, memperkuat kegiatan sosial masyarakat, serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda dari Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
