AdvertorialKabupaten SukabumiKesehatanParlemenPendidikan

PTM Ditunda, Sistem Simulasi Jadi Solusi

Reporter : Ade Firmansyah

Sukabuminow.com || Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah di Kabupaten Sukabumi dipastikan masih tidak akan dilakukan, mengingat penyebaran Covid-19 masih dalam grafik menanjak. Hal itu terungkap dalam Rapat Konsultasi Persiapan Sekolah Tatap Muka yang diinisiasi Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/1/21).

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, mengatakan, pihaknya mengundang 5 tenaga ahli dalam rapat tersebut. Yakni dokter spesialis anak, dokter spesialis paru-paru, dan tiga direktur dari RSUD Palabuhanratu, Sagaranten, dan Sekarwangi sebagai tenaga ahli. Hasilnya, seluruh dokter mengatakan bahwa PTM sangat riskan.

“Wali murid menginginkan PTM dibuka kembali. Tetapi dari 5 dokter yang kami undang mengatakan riskan, sebab penyebaran Covid-19 masih tinggi. Anak-anak belum terbiasa dengan budaya kesehatan yang baik, kemudian ketidaktersediaan ruangan isolasi dan tenaga medis, sehingga 5 dokter menyarankan pembelajaran tetap dilakukan secara jarak jauh,” tutur Politisi Partai Gerindra itu.

Dalam rapat yang berlangsung dari pukul 11 siang hingga 3 sore tersebut, Hera menegaskan, pihaknya bukan lembaga pemutus. Namun hanya memfasilitasi dan kemudian merekomendasikan apa yang terbaik bagi seluruh pihak.

“Saya melihat Covid-19 ini tragedi kesehatan, bukan tragedi pendidikan. Sehingga kami berkesimpulan harus mengikuti apa yang dikatakan dokter. Ini sangat rentan terjadi kasus cluster pendidikan. Jika terjadi kasus, RS tidak siap menghadapinya,” jelasnya.

Namun, satu kesepakatan didapat. Yakni PTM akan dilakukan secara simulasi dan hanya melibatkan beberapa sekolah dengan teknis penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat.

“Intinya, untuk PTM secara keseluruhan ditunda dulu. Jika ini dipaksakan, berarti kita harus siap mengambil risiko. Fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan sudah harus siap,” tegasnya.

Di tempat sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Tubagus Wahid Ansor, menjelaskan, pihaknya menerima hasil kesepakatan bersama terkait penundaan PTM. Namun pihaknya akan mengoptimalkan sistem simulasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“PTM tidak dilakukan oleh semua sekolah. Tapi akan dipilih sekolah di wilayah teraman dari sebaran Covid-19 dan pelajarnya tidak menggunakan angkutan umum,” bebernya.

PTM sistem simulasi, kata TB -sapaan Tubagus-, akan dilakukan untuk SD dan SMP. Dimana untuk SD, kemungkinan besar hanya akan dilakukan oleh satu sekolah di satu kecamatan. Sementara untuk SMP, kemungkinan hanya 8 sekolah se-Kabupaten Sukabumi.

“Pelaksanaan simulasi ini bisa saja 1 sampai 3 bulan. Setelah simulasi baru akan diambil keputusan, apakah sekolah dibuka secara keseluruhan atau tidak. Evaluasi dilakukan setiap pekan. Pelaksanaannya masih akan melalui beberapa tahap. Termasuk koordinasi intens dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close