Proyek Bukit Algoritma KEK Cikidang, BMKG Ingatkan Sukabumi Rawan Gempa
Reporter : Edo
Sukabuminow.com || Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pengembangan teknologi dan industri 4.0 (Four Point Zero).
Proyek Bukit Algoritma namanya. Proyek tersebut diketahui akan memakan anggaran senilai Rp 18 triliun yang bersumber dari investor atau swasta. Mega proyek itu tak hanya dibangun di kawasan Kecamatan Cikidang, namun juga di Kecamatan Cibadak.
Dari informasi yang dihimpun, di lokasi proyek tersebut akan dibangun silicon valley layaknya di Amerika Serikat.
“KEK Cikidang sedang proses. Yang didahulukan itu KEK Pariwisata oleh bapak Presiden mengingat tempatnya sangat berdekatan. Sehingga dua KEK ini harus menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di nasional. Ini makanya tantangannya sangat berat, di sana infrastrukturnya sudah dilakukan sudah beres tinggal Cikidang menunggu,” ujar Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Rabu (14/4/21).
Menurutnya, syarat pembangunan KEK Cikidang, yakni investor harus sudah ada yang bersedia masuk di kawasan tersebut. Pemkab Sukabumi sendiri sangat menyambut pembangunan ini, bahkan karpet merah siap digelar.
“Kita pun sudah menjawab bahwa ada beberapa perusahaan yang sudah mau masuk setelah jalan tol (Bocimi) sesi dua beres. Kita sambut dengan karpet merah. KEK Cikidang sudah hak milik, jadi tidak sulit, makanya termasuk juga Group MNC itu sudah hak milik, jadi ketika diserahkan ke Presiden, data kepemilikannya sudah jelas,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono mengatakan, pembangunan di KEK Cikidang harus dengan struktur bangunan tahan gempa. Hal itu disebabkan wilayah Sukabumi ini rawan gempa. Terlebih, Sukabumi dilintasi dua sesar aktif, Cimandiri dan Citarik.
“Ya memang Sukabumi daerah rawan gempa. Lihat sebaran history gempa merusaknya, karena wilayah Sukabumi dilintasi jalur sesar aktif Cimandiri dan Citarik. Boleh dibangun (Proyek Bukit Algoritma), yang penting struktur bangunannya tahan gempa dan mengacu pada building code. Sehingga dapat mengurangi risiko jika terjadi gempa,” terangnya.
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com




