AdvertorialKabupaten SukabumiPertanian

Perjuangkan Hand Traktor untuk Petani, Slamet : Kita Masih Perjuangkan Bantuan yang Lain

Reporter : Ade Firmansyah

Sukabuminow.com || Anggota DPR RI Fraksi PKS, Slamet, mengaku tak akan lelah ikut berkontribusi membangun Sukabumi Raya khususnya Kabupaten Sukabumi. Hal itu disampaikan dokter hewan tersebut dalam pendistribusian hand traktor kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/8/20).

Ia menyebut, potensi pertanian di Kabupaten Sukabumi sangat besar. Sehingga sudah selayaknya dirinya mendorong, menggiring, dan memperjuangkan apa yang dibutuhkan para petani.

“Alhamdulillah, hari ini 43 hand traktor dapat didistribusikan kepada Gapoktan. Ini perjuangan semua pihak. Kebetulan saya ada di Komisi IV, jadi saya berupaya mewujudkannya,” tutur Slamet kepada awak media.

Ia mengatakan, anggaran negara dipotong untuk penanganan Covid-19. Namun untuk pertanian, pemerintah memangkasnya tidak lebih dari 30 persen. Mengingat sektor pertanian harus tetap mengejar produksi.

“In Syaa Allah masih ada bantuan lainnya. Kita masih perjuangkan traktor roda empat untuk kedepannya,” jelasnya.

Sejauh ini, terdapat 9.692 hektare lahan sawah yang tereliminasi. Artinya, lahan tersebut telah dialihfungsikan. Sehingga lahan sawah yang tersisa di Kabupaten Sukabumi hanya 56.873 hektare. Namun, sasaran tanam mencapai
164.626 hektare. Itu berarti, para petani harus menanam sebanyak tiga kali dalam setahun.

“Ini juga jadi perhatian saya. Kita berpotensi mengalami kelangkaan pangan akibat ini. Itu menjadi warning bagi pemerintah dan petani. Kami di DPR RI juga wajib memastikan pemerintah memiliki program mengantisipasi hal itu,” jelasnya.

“Pemerintah pusat harus membuat program sehingga petani bangga dengan profesinya itu. Sehingga lahan sawah yang dimiliki tidak dijual dan dialihfungsikan. Atau pemberian insentif berupa subsidi paska panen atau subsidi harga untuk kesejahteraan para petani. Saya sudah sampaikan ke Kementerian Pertanian agar hal ini dikaji,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close