Pergerakan Tanah Terjang 10 Rumah di Bantargadung Sukabumi, Camat: Drainase Jadi Pemicu

Sukabuminow.com || Sebanyak 10 rumah warga di Kampung Cijambe RT 005/007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang terjadi pada rentang 22 hingga 25 Februari 2026. Data sementara mencatat 37 jiwa dari 10 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut.

Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan sistem drainase yang belum tertata optimal menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya pergerakan tanah.

“Berdasarkan hasil monitoring sementara, drainase di lokasi belum berfungsi maksimal sehingga mempercepat peresapan air ke dalam tanah dan melemahkan struktur tanah di bawah permukiman warga,” ujar Syarifuddin saat dihubungi via telepon, Rabu (26/2/26).

Menurutnya, faktor cuaca memang berkontribusi, namun bukan satu-satunya penyebab. Kondisi saluran air yang kurang baik membuat air mengendap dan menggerus lapisan tanah secara perlahan hingga memicu retakan pada bangunan warga.

Ia menambahkan, warga mulai merasakan gejala pergeseran tanah sejak beberapa hari terakhir. Retakan di dinding dan lantai rumah dilaporkan terus melebar dari hari ke hari. Meski belum ada korban luka, kekhawatiran warga meningkat terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika terjadi perkembangan retakan atau tanda-tanda pergerakan tanah susulan,” tegasnya.

Syarif menegaskan, pihaknya bersama desa, unsur TNI-Polri, dan petugas kebencanaan telah melakukan koordinasi untuk penanganan awal. Salah satu langkah teknis yang direkomendasikan adalah pemasangan pipa paralon berdiameter enam inci atau gorong-gorong berukuran 40 sentimeter guna memperbaiki aliran air di sekitar lokasi terdampak.

Langkah tersebut dinilai penting agar aliran air tidak lagi menggerus tanah dan memperluas dampak kerusakan, terutama jika curah hujan kembali meningkat.

Selain itu, pihak kecamatan merekomendasikan kajian teknis lebih lanjut oleh tenaga ahli geologi untuk memastikan tingkat keamanan lahan permukiman warga di Kampung Cijambe.

“Data ini masih bersifat sementara. Kami terus melakukan pemantauan dan akan memperbarui informasi jika ada perkembangan lanjutan,” tambah Syarifuddin.

Daftar Rumah Terdampak

Berikut 10 warga pemilik rumah yang mengalami kerusakan ringan:

1. Diding S (63 th) – 1 KK, 3 jiwa
2. Linda Farida (50 th) – 1 KK, 4 jiwa
3. Tatang (62 th) – 1 KK, 5 jiwa
4. Ade Elly Saputra (28 th) – 1 KK, 3 jiwa
5. Iis Aisah (52 th) – 1 KK, 6 jiwa
6. Muhamad Buhori (25 th) – 1 KK, 3 jiwa
7. Solihin (76 th) – 1 KK, 4 jiwa
8. Kamaludin (53 th) – 1 KK, 2 jiwa
9. Eha (55 th) – 1 KK, 5 jiwa
10. Jajang (56 th) – 1 KK, 2 jiwa

Peristiwa pergerakan tanah di Bantargadung ini kembali menegaskan pentingnya tata kelola drainase permukiman, terutama di wilayah dengan kontur tanah labil. Pemerintah kecamatan menilai perbaikan infrastruktur saluran air menjadi bagian krusial dalam mitigasi bencana jangka panjang di Kabupaten Sukabumi.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan tanda-tanda awal pergerakan tanah.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru