Kabupaten SukabumiKriminal dan Hukum

Penganiayaan di Dalam Angkot, Keluarga Beberkan Kronologis

Sukabuminow.com || Korban penganiayaan di dalam angkot jurusan Warungkiara – Cibadak yang terjadi Kamis (21/12/23) malam lalu ternyata berstatus mahasiswi. Hal itu diungkapkan orangtua angkat korban berinisial A (19 th) tersebut, Pepen Edi Suharli.

Pepen mengatakan, saat itu A hendak pulang ke Parung Cabok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Biasanya korban pulang menggunakan bus dari Cibadak. Namun saat itu bus yang ditunggu tak kunjung datang hingga korban terpaksa naik angkot.

Baca Juga :

“Dia biasanya naik bus. Tapi katanya busnya tidak ada, jadi naik angkot. Sopir angkot minta ongkos tambahan buat sampai Citarik sebesar 50 ribu rupiah. Korban menyanggupinya asal sampai ke tujuan,” tutur Pepen, Sabtu (23/12/23).

Penganiayaan yang dialami A terjadi di Kampung Linggamanik, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung. Pepen menjelaskan, tiba-tiba lampu dalam angkot mati. Pelaku berinisial K (29 th) yang merupakan sopir angkot tersebut menyuruh korban membenarkan lampu tersebut. Namun korban tidak dapat melakukannya.

“Angkot berhenti, lalu sopir turun dengan dalih mau membenarkan lampu. Tiba-tiba nerkam (korban) sampai gigit telinga, bahu, dan punggung. Nah di situ anak saya melawan sampai berusaha lari karena posisi sedang duduk,” terangnya.

Menurut Pepen berdasarkan keterangan korban, pihaknya tidak mengetahui motif pelaku melakukan itu. Saat ini kondisi korban telah membaik. Beberapa luka dialami korban akibat kejadian itu. Sedangkan pelaku telah diringkus Satreskrim Polres Sukabumi.

“Kalau menurut informasi ternyata kondisi sopirnya mabuk alkohol. Alhamdulillah kondisi korban sudah membaik di rumah. Saya menyerahkan semua ke Polres untuk tindaklanjutnya,” tandasnya. (Edo)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button