DPPKB Sukabumi Gaspol Perangi Stunting, Fokus pada Edukasi dan Pendampingan Keluarga
Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus melakukan upaya percepatan penurunan angka stunting. Di tengah agenda nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia, Kabupaten Sukabumi mengambil langkah konkret dengan memperkuat kapasitas lini terdepan, yakni Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
Bertempat di Aula Kampus Universitas Nusa Putra, Kecamatan Cisaat, Kamis (30/4/26), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menggelar pelatihan dan edukasi gizi yang melibatkan perwakilan lintas kecamatan. Peserta terdiri dari PLKB, tenaga kesehatan, serta kader DASHAT dari berbagai lokus kampung KB.
“Langkah ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari strategi besar membangun perubahan perilaku masyarakat berbasis keluarga. Isu stunting tidak cukup diselesaikan melalui intervensi kesehatan semata, tetapi membutuhkan pendekatan edukatif yang berkelanjutan dan menyentuh langsung pola hidup masyarakat,” kata Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, Jumat (1/5/26).
Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan pembangunan.
“PKB dan kader DASHAT adalah ujung tombak di lapangan. Mereka bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi harus mampu mengedukasi dan mendampingi keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Eka menambahkan, penguatan kapasitas ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Materi pelatihan menghadirkan narasumber dari perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat serta Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Kabupaten Sukabumi. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung melalui demonstrasi memasak menu DASHAT berbasis pangan lokal.
“Pendekatan ini strategis karena memanfaatkan potensi bahan pangan di sekitar masyarakat, sehingga lebih mudah diterapkan dan berkelanjutan. Selain itu, edukasi berbasis praktik lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi keluarga,” ujarnya.
Fenomena stunting sendiri masih menjadi perhatian nasional karena berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang. Anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, yang pada akhirnya memengaruhi daya saing bangsa.
“Melalui penguatan peran PKB dan kader DASHAT, solusi stunting tidak hanya bergantung pada program pusat, tetapi juga pada inovasi dan konsistensi daerah dalam menggerakkan masyarakat dari tingkat paling dasar,” ungkap Eka.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




