Reporter : Edo
Sukabuminow.com || Kawasan wisata Pantai Kabupaten Sukabumi tetap dipenuhi pengunjung kendati telah ditutup sementara. Hal ini membuat Pengamat Kebijakan Publik, Roy Tahsien, angkat bicara.
Dengan tegas, Roy menyoroti kinerja Dinas Paristiwa Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, sebagai daerah yang otonom harusnya Kepala Dinas Pariwisata bisa mengambil kebijakan diskresi demi kemaslahatan masyarakatnya.
“Bukankah kesehatan dan keselamatan itu hukum tertinggi (Amor patriae Nostra Lex). Artinya, sedari awal mereka harus mempelajari karakteristik masyarakat kita bahwa libur lebaran terjadi setiap tahunnya ditambah lagi aturan mudik yang dilarang. Jadi ketika ada celah sedikit pasti masyarakat berduyun-duyun datang dan terbukti kerumunan terjadi dimana-mana,” tuturnya kepada Sukabuminow.com, Selasa (18/5/21).
Sebenarnya, ujar Roy, terdapat solusi sederhana jika pemerintah pusat maupun daerah mau konsisten mengentaskan persoalan penyebaran Covid-19 ini. Tegas dari awal untuk melarang mudik mupun liburan wisata menjadi langkah logis.
“Harusnya dari awal ada aturan dilarang mudik dan tempat wisata ditutup. Kalau seperti ini, peningkatan ekonomi masyarakat tidak terjadi. Jadi sekali lagi, mohon kepada pak bupati agar dievaluasi kinerja Kadis Pariwisata,” ungkapnya.
“Terbukti toh, ketika aturan yang tidak jelas dan membingungkan itu. Seperti sekarang ini akhirnya hari ini sektor Pariwisata ditutup, tapi kenyataannya masih banyak yang datang. Menurut saya itu sudah terlambat. Kenapa tidak sedari awal saja?. Ya, mudah-mudahan saja cluster penyebaran Covid-19 tidak bertambah signifikan di Kabupaten Sukabumi,” ucap Roy mengakhiri.
Editor : Mulya H || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
