Sukabuminow.com || Penguatan sektor pertanian tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab perangkat daerah yang membidangi pertanian semata. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mendorong sinergi lintas sektor sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Penanaman Perdana Masyarakat Petani yang dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Andreas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Kamis (2/7/26). Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, turut mendampingi sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Kehadiran Disperkim menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan secara parsial. Kolaborasi antarsektor menjadi fondasi penting agar pertanian mampu berkembang sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sendi mengatakan bahwa kegiatan penanaman perdana bukan sekadar simbol dimulainya musim tanam, melainkan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat gotong royong seluruh unsur pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.
“Pertanian merupakan salah satu penyangga utama ketahanan pangan daerah. Karena itu, dukungan terhadap para petani harus dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi lintas sektor agar pembangunan yang dijalankan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (3/7/26).
Menurut Sendi, pembangunan kawasan permukiman dan pembangunan pertanian memiliki keterkaitan yang erat. Infrastruktur pendukung, lingkungan yang tertata, hingga pengembangan kawasan pedesaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, masyarakat, dan para petani harus terus diperkuat agar sektor pertanian Kabupaten Sukabumi semakin mampu menghadapi tantangan perubahan iklim, dinamika pasar, hingga kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Kegiatan penanaman perdana itu juga sejalan dengan arahan Wakil Bupati Sukabumi Andreas yang mendorong petani agar mampu meningkatkan kapasitas serta menyesuaikan pola budidaya dengan kebutuhan pasar. Selain meningkatkan hasil produksi, petani juga didorong menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang memiliki peluang pasar lebih luas, terutama untuk memasok kebutuhan kawasan perkotaan.
Di sisi lain, regenerasi petani menjadi isu strategis yang turut mendapat perhatian pemerintah daerah. Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci keberlanjutan sektor pertanian di tengah semakin berkurangnya tenaga kerja produktif di bidang pertanian.
Sendi berharap sinergi yang telah terbangun melalui kegiatan penanaman perdana dapat terus berlanjut dalam berbagai program pembangunan daerah.
“Kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Ketika seluruh unsur pemerintah bergerak bersama masyarakat, maka ketahanan pangan dan kesejahteraan petani akan semakin kuat. Hal inilah yang terus kami dorong di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
