Sukabuminow.com || Air mata haru dan senyum bangga mengiringi perjalanan panjang Asep Supriatna, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, saat menerima Satyalancana Karyasatya 10 tahun dari Presiden Republik Indonesia, Minggu (16/8/26).
Bagi pria yang karib disapa Haji Asdut itu, penghargaan tersebut bukan sekadar tanda kehormatan. Satyalancana Karyasatya menjadi pengingat atas perjalanan pengabdian yang dimulainya dari bawah hingga dipercaya menjadi bagian dari aparatur Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Perjalanan itu dimulai pada 1997. Saat itu, Asep mengawali pengabdiannya sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Sebelas tahun kemudian, tepatnya pada 2008, statusnya berubah. Asdut diangkat menjadi PNS.
Kini, setelah bertahun-tahun menjalankan tugas sebagai aparatur, namanya tercatat sebagai salah satu penerima Satyalancana Karyasatya 10 tahun. Penghargaan tersebut disematkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya sangat bersyukur. Jujur, ada rasa haru ketika menerima penghargaan ini. Perjalanan dari honorer sampai menjadi PNS tentu tidak mudah. Karena itu, penghargaan ini sangat berarti bagi saya,” ujar Asep.
Dari Honorer hingga Menerima Tanda Kehormatan Negara
Bagi Haji Asdut, masa pengabdian sejak 1997 menjadi perjalanan yang penuh pengalaman. Ia melewati berbagai dinamika pekerjaan sebelum akhirnya menjadi PNS pada 2008.
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi. Ada tanggung jawab moral yang ikut menyertainya.
“Penghargaan ini membuat saya semakin sadar bahwa pengabdian sebagai aparatur adalah amanah. Saya harus terus menjaga kepercayaan dan menjalankan tugas sebaik-baiknya,” katanya.
Asep juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia yang memberikan tanda kehormatan tersebut kepada para PNS yang memenuhi ketentuan masa dan kualitas pengabdian.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas penghargaan ini. Saya menerimanya dengan penuh rasa syukur dan haru. Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus bekerja dengan baik,” tutur Asep.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Sukabumi Asep Japar yang menyerahkan penghargaan tersebut.
“Terima kasih juga kepada Bapak Bupati Sukabumi yang telah memberikan apresiasi kepada kami. Bagi saya, perhatian seperti ini sangat berarti bagi aparatur yang selama ini menjalankan tugas dan pengabdian,” ucapnya.
Satyalancana Menjadi Pengingat untuk Terus Mengabdi
Haji Asdut memahami bahwa Satyalancana Karyasatya bukanlah garis akhir perjalanan seorang aparatur. Sebaliknya, penghargaan itu menjadi dorongan untuk mempertahankan semangat kerja.
Ia berharap penghargaan yang diterimanya dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi.
“Saya tidak melihat penghargaan ini sebagai akhir. Justru ini menjadi motivasi agar saya semakin semangat bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selama masih diberikan kesempatan untuk mengabdi, saya ingin menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Menurut Asep, pengalaman panjang sebagai honorer hingga menjadi PNS juga mengajarkan pentingnya ketekunan dan kesabaran. Setiap tahapan pengabdian memiliki nilai yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan hidupnya.
“Dari perjalanan ini saya belajar bahwa kita harus tekun, sabar, dan tetap bekerja dengan ikhlas. Apa yang kita lakukan mungkin tidak selalu langsung terlihat hasilnya, tetapi pengabdian harus tetap dijalankan dengan tanggung jawab,” ujarnya.
81 PNS Sukabumi Terima Satyalancana Karyasatya
Asep merupakan satu dari 81 PNS Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang menerima Satyalancana Karyasatya dalam rangkaian HUT ke-81 RI.
Dari jumlah tersebut, sebanyak sembilan PNS menerima penghargaan atas pengabdian 30 tahun, delapan PNS untuk pengabdian 20 tahun, dan 64 PNS atas pengabdian 10 tahun.
Satyalancana Karyasatya merupakan tanda kehormatan negara bagi PNS sebagai bentuk penghargaan atas kesetiaan dan pengabdian dalam menjalankan tugas pemerintahan. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan masa kerja serta ketentuan yang berlaku.
Bagi Haji Asdut, penghargaan itu kini menjadi bagian penting dalam perjalanan panjangnya mengabdi di Kabupaten Sukabumi.
“Semoga saya bisa terus diberikan kesehatan dan kesempatan untuk mengabdi. Saya ingin tetap bekerja dengan semangat dan memberikan manfaat. Penghargaan ini akan saya jadikan pengingat untuk terus menjaga amanah,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
