AdvertorialKabupaten SukabumiSosial

Pemkab Sukabumi Siapkan Penangkal ‘Bank Emok’

Reporter : Bimbim

Sukabuminow.com || Akhir-akhir ini, pemberian pinjaman secara berkelompok kepada emak-emak yang transaksinya dilakukan secara duduk, sehingga disebut ‘Bank Emok’, ramai diperbincangkan. Tak hanya itu, banyak kalangan menolak keberadaannya, disebabkan tingginya bunga yang dipasang.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyiapkan strategi agar masyarakat terhindar dari jeratan Bank Emok yang mayoritas sasarannya adalah emak-emak.

“Sudah kita cermati persoalan ini. Kita lakukan penataan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan,” tutur Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, usai membuka Bimtek Kades Terpilih di Yonarmed 13/Nanggala Kostrad Cikembang, Senin (9/12/19).

Baca Juga :

Marwan menjelaskan, UPK eks PNPM akan ditata sebaik mungkin. Sehingga nantinya, masyarakat dapat memanfaatkan pinjaman dari UPK dengan bunga yang sangat rendah, yakni 2 persen.

“Pemda sudah berupaya meminimalisir Bank Emok dengan Dana Bergulir Masyarakat (DBM) yang dikelola oleh UPK. Salah satu fungsinya, harus mampu mengurangi bahkan menghilangkan ketergantungan masyarakat pada rentenir. Malah untuk penanganan kemacetan pembayaran pada UPK dilakukan lebih manusiawi. Tidak ada pemaksaan, apalagi pengikatan berupa jaminan. Tapi berdasarkan kesadaran. Tentu saja, nanti ada pasal-pasal yang harus disepakati,” ujarnya.

Marwan menegaskan, Kabupaten Sukabumi sebenarnya memiliki formula ampuh penangkal Bank Emok lainnya, yakni melalui program zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS).

“ZIS bisa membantu masalah keuangan masyarakat. Agar penyebaran dan cakupan bantuan keuangan bagi masyarakat ini lebih luas, maka pengelolaannya diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi. Sehingga dana ZIS itu bisa dimanfaatkan untuk membantu banyak masyarakat di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Editor : Mulya H || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close