Sukabuminow.com || Seorang pedagang roti keliling asal Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia saat beristirahat di sebuah warung warga di Kampung Panenjoan RT 007/002, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kamis (26/2/26) siang.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Korban diketahui bernama Bubun Supendi (36 th), warga Kampung Cimole RT 09/02, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.
Kapolsek Cibadak, Kompol Idji Djubaedi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, laporan dari masyarakat diterima petugas piket Polsek Cibadak sekitar pukul 14.13 WIB.
“Setelah menerima laporan, anggota piket langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan,” ujarnya, Jumat (27/2/26).
Idji menjelaskan, berdasarkan keterangan dua saksi, Asep Erang dan Yusnandi, korban sebelumnya datang ke warung milik Asep untuk mengampas atau menitipkan roti dagangannya. Saat tiba di lokasi, korban mengeluhkan kondisi tubuhnya yang kurang enak badan.
Korban kemudian meminta minyak kayu putih, losion, serta uang koin untuk mengerok badannya sendiri di bale depan warung. Saat sedang mengerok, korban tiba-tiba terjatuh dari bale tersebut.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan. Namun, setelah diperiksa, korban sudah tidak bernapas.
“Warga sempat mengangkat korban dan mencoba memastikan kondisinya. Namun saat dicek, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Idji.
Untuk memastikan penyebab kematian, kata Idji, petugas Unit Reskrim Polsek Cibadak membawa jenazah korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Hasil visum masih menunggu. Berdasarkan pengecekan awal di lokasi serta keterangan keluarga, almarhum memang sebelumnya dalam kondisi sakit,” pungkas Idji.
Perjuangan Mencari Nafkah
Bubun Supendi dikenal sebagai pedagang roti keliling yang setiap hari menyusuri kampung-kampung demi menghidupi keluarga. Siang itu, seperti hari-hari biasanya, ia berhenti sejenak untuk beristirahat. Namun takdir berkata lain.
Warga sekitar mengaku terkejut dan merasa kehilangan. Sosoknya dikenal ramah dan pekerja keras. Kepergiannya menjadi pengingat bagi banyak orang tentang kerasnya perjuangan mencari nafkah di tengah kondisi kesehatan yang tak selalu prima.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian masyarakat Sukabumi agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan, terutama bagi pekerja lapangan yang kerap memaksakan diri demi tanggung jawab keluarga.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
