Nyawa Entis Terenggut Saat Banjir Melanda Palabuhanratu, Andreas Kunjungi Keluarga Korban
Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan kepedulian nyata di tengah musibah banjir yang melanda Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu (19/4/25) petang. Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, turun langsung ke lokasi terdampak dan menyambangi keluarga korban jiwa akibat bencana tersebut, Senin (21/4/25).
Korban, Entis Sutisna, warga Kampung Cempaka Putih RT 05/011, meninggal dunia usai terpeleset di sekitar jembatan belakang Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi. Kawasan tersebut termasuk titik rawan yang turut terendam luapan air saat hujan deras mengguyur Palabuhanratu.
Andreas yang hadir bersama rombongan, di antaranya Sekretaris Daerah Ade Suryaman, Kepala BPBD Deden Sumpena, Kepala Dinas Sosial Wawan Godawan, Camat Palabuhanratu Deni Yudono, dan unsur lainnya, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.
“Kami sangat berduka atas musibah ini. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kami menyampaikan simpati dan doa untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga diberi kekuatan,” ujar Andreas.
Dalam kunjungan itu, Andreas juga menyerahkan bantuan sejumlah uang dan paket sembako secara langsung kepada istri korban, Juju Susanti. Diketahui, almarhum meninggalkan empat orang anak.
Sebelum ke rumah duka, Andreas dan rombongan menyempatkan berkeliling ke sejumlah titik banjir untuk meninjau langsung kondisi lapangan serta memastikan penanganan tanggap darurat berjalan maksimal.
Sementara itu Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, yang turut mendampingi kunjungan menjelaskan kronologi kejadian tragis tersebut.
“Korban saat itu hendak memindahkan sepeda motornya ke rumah. Namun karena jalanan tergenang air dan berlubang, ia terpeleset saat melintas dekat jembatan belakang Setda. Sempat mengalami kejang, lalu dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong,” terang Deni.
Ia mengimbau warga untuk tetap waspada di musim hujan, terutama saat terjadi genangan tinggi. “Kalau tidak darurat, lebih baik tunggu air surut untuk keselamatan,” tambahnya.
Di tengah suasana duka, keluarga almarhum menyampaikan terima kasih atas kehadiran pemerintah daerah.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kehadiran Pak Wakil Bupati dan rombongan sangat berarti bagi kami di tengah kesedihan ini,” ungkap Juju Susanti dengan mata berkaca-kaca.
Kunjungan ini mempertegas bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat saat bencana datang menerpa. (Ade F)
Redaktur : Andra Permana




