Nama dan Foto Dicatut, Gilar M Akmal Klarifikasi Nomor WhatsApp Palsu

Sukabuminow.com || Kepala Bidang Prasarana dan Penanggulangan Bencana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Gilar M Akmal, mengimbau seluruh masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang mencatut nama dan fotonya melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam keterangan resminya, Gilar M Akmal menegaskan bahwa nomor telepon +62 822-9935-8816 yang beredar di masyarakat dan menggunakan foto profil dirinya bukanlah miliknya. Ia memastikan bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan nomor tersebut untuk keperluan pribadi maupun kedinasan.

“Saya menegaskan bahwa nomor WhatsApp tersebut bukan milik saya. Foto dan nama saya telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tujuan yang belum jelas,” ujar Gilar, Jumat (17/10/25).

Menurut Gilar, informasi tersebut pertama kali diketahui setelah beberapa rekan kerja dan masyarakat mengonfirmasi kepadanya terkait pesan mencurigakan dari nomor tersebut. Pesan yang dikirim biasanya diawali dengan salam dan pertanyaan ringan seperti “lagi sibuk?” sebelum melanjutkan dengan percakapan yang mengarah pada permintaan tertentu.

“Saya tidak pernah meminta bantuan, dana, ataupun melakukan komunikasi resmi menggunakan nomor tersebut. Semua urusan kedinasan hanya dilakukan melalui jalur resmi dan nomor yang telah diketahui oleh pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Gilar meminta masyarakat untuk tidak menanggapi pesan dari nomor mencurigakan, terutama jika mengatasnamakan pejabat pemerintah. Ia juga mendorong siapa pun yang menerima pesan serupa untuk segera melapor kepada pihak berwenang atau mengonfirmasi langsung ke Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

“Saya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Bila ada yang menerima pesan atas nama saya atau pejabat Dinas Pertanian lainnya, segera verifikasi kebenarannya sebelum merespons,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gilar menuturkan bahwa penyalahgunaan identitas pejabat publik merupakan tindakan yang dapat merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik instansi. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat semakin cerdas dalam menghadapi berbagai modus penipuan digital.

“Ini bukan hanya tentang nama pribadi, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah. Karena itu, kami mengingatkan agar selalu waspada dan tidak mudah percaya pada pesan yang mencurigakan,” tutupnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru