Pemkab Sukabumi Siapkan Strategi Ciptakan Pasar Kerja Inklusif dan Setara Gender

Sukabuminow.com || Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat komitmen dalam menciptakan kesetaraan kesempatan kerja antara tenaga kerja laki-laki dan perempuan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mewujudkan pasar kerja yang inklusif, produktif, dan berkeadilan gender, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sukabumi.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat kecenderungan ketimpangan sektor kerja di beberapa industri. Sektor padat karya seperti garment dan alas kaki, misalnya, lebih banyak menyerap tenaga kerja perempuan dibandingkan laki-laki.

“Hal tersebut terjadi karena perempuan dinilai lebih teliti dan fokus, terutama dalam pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi seperti menjahit atau finishing produk,” ujar Sigit, Jumat (17/10/25).

Menurutnya, kecenderungan tersebut memang selaras dengan kebutuhan industri, namun di sisi lain menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi tenaga kerja laki-laki di bidang yang sama agar memiliki daya saing setara.

“Kecenderungan perempuan lebih teliti dan fokus menjadi alasan mengapa sektor garment banyak menyerap tenaga kerja perempuan. Namun, kompetensi menjahit di kalangan tenaga kerja laki-laki masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Dorong Green Jobs dan Kewirausahaan Lokal

Untuk mengatasi ketimpangan itu, Disnakertrans Sukabumi kini mendorong pengembangan lapangan kerja baru berbasis green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan yang mengedepankan potensi lokal dan kewirausahaan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas dan seimbang antara laki-laki dan perempuan, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah yang hijau dan inklusif.

“Kami terus melaksanakan program pelatihan berbasis kompetensi dan kewirausahaan agar masyarakat siap menghadapi kebutuhan pasar kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tutur Sigit.

Selain itu, Disnakertrans juga aktif berkoordinasi dengan BP3MI, P4MI, LTSA Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam memastikan pendampingan serta perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi.

Pendampingan tersebut meliputi proses penjemputan pekerja migran dari provinsi hingga ke tempat tinggal mereka, serta sosialisasi tata cara menjadi PMI prosedural agar masyarakat lebih terlindungi secara hukum dan administratif.

Kebijakan Jangka Panjang Kesetaraan Gender

Sigit menegaskan, Disnakertrans tengah menyiapkan kebijakan jangka panjang untuk menyeimbangkan proporsi tenaga kerja laki-laki dan perempuan di berbagai sektor industri.
Beberapa langkah strategis yang akan ditempuh antara lain:

  • Mengimbau perusahaan agar tidak memprioritaskan jenis kelamin tertentu dalam proses rekrutmen.
  • Mendorong penerapan regulasi lowongan kerja netral gender.
  • Menyelenggarakan pelatihan teknis bagi calon tenaga kerja laki-laki agar memiliki kemampuan yang setara dengan pekerja perempuan, terutama di sektor-sektor seperti garmen, alas kaki, dan industri rumah tangga.

“Intinya, laki-laki juga harus bisa menjahit, memotong kain, atau melakukan pekerjaan lain di sektor garment. Kesempatan kerja seharusnya tidak dibatasi oleh gender, tetapi oleh kompetensi,” tegas Sigit.

Dengan berbagai langkah tersebut, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi optimistis dapat mewujudkan pasar kerja yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis potensi lokal, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di masa mendatang.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru