Kabupaten SukabumiPemerintahanSosial

Misteri Herman, Pria Terlantar di Palabuhanratu Akhirnya Terungkap

Sukabuminow.com || Herman, pria yang sempat menghebohkan dunia maya karena diduga dibuang oleh orang tak bertanggung jawab, akhirnya dijemput oleh keluarganya pada Senin (3/3/25).

Sebelumnya, video Herman dalam kondisi lemah dan terlantar di tepi Jalan Pelita – Cipatuguran, tepatnya di sekitar PLTU Jabar 2 Palabuhanratu, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, beredar luas di media sosial, Minggu b(2/3/25). Setelah ditemukan, ia dievakuasi ke Panti Aura Welas Asih di Cipatuguran.

Klarifikasi Keluarga: Herman Sering Pergi Sendiri

Saat dikonfirmasi, Andi Solehudin (28 th), adik Herman, mengungkapkan bahwa kakaknya memang tinggal di rumah bersama keluarga, tetapi sering pergi sendiri saat tidak ada orang di rumah.

“Herman sehari-hari diperhatikan di rumah. Tapi kalau ditinggal ke kebun, dia suka pergi sendiri. Kalau sampai ke Palabuhanratu, mungkin ada yang membawanya,” ujar Andi saat ditemui di Panti Aura Welas Asih, Senin siang.

Andi menjelaskan bahwa Herman merupakan warga Kampung Pasir Toge, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja. Ia adalah anak kedua dari lima bersaudara. Sebelumnya, Herman tinggal di Padang, Sumatra Barat, bersama istri dan anaknya sebelum akhirnya kembali ke Sukabumi sekitar tiga tahun lalu.

“Kami juga kaget saat dapat kabar dia ada di sini. Saya tahunya dari Pak RW. Herman dulu tinggal di Padang bersama istrinya, tapi setelah kecelakaan di sana, dia pulang ke Sukabumi. Anaknya masih di Padang, tapi komunikasi sudah putus. Kata istrinya, mereka sudah bercerai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andi menyebut bahwa keluarganya akan membawa Herman kembali ke rumah. “Kami lima bersaudara, orang tua masih ada. Kami tinggal di tanah permukiman wakaf. Rencananya, Herman akan kami bawa pulang,” tambahnya.

Proses Penjemputan oleh Pihak Keluarga dan Pemerintah

Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, membenarkan bahwa Herman telah dijemput oleh pihak keluarga dengan didampingi oleh Satpol PP serta perwakilan dari Puskesmas Sukaraja.

“Setelah mendapat informasi, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sukaraja. Alhamdulillah, responsnya cepat, dan hari ini Herman telah dijemput oleh keluarganya. Selain itu, ada juga pihak dari desa yang diwakili oleh Pak RW,” ungkap Deni.

Deni menduga bahwa Herman awalnya terjaring razia oleh petugas sebelum akhirnya ditemukan di Palabuhanratu.

“Dari informasi yang saya dengar, kemungkinan Herman terjaring razia pengamanan di kota atau wilayah lain, lalu dibawa ke Palabuhanratu. Bahkan, Herman sendiri mengaku bahwa dirinya diturunkan di sekitar PLTU,” pungkasnya. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page