Meriah, Wilayah I Kabupaten Sukabumi Sambut Hari Santri Nasional 2024
Sukabuminow.com || Ribuan santri dari empat kecamatan wilayah I Kabupaten Sukabumi, tumpah ruah di Alun Alun Palabuhanratu, Minggu (20/10/24). Antusiasme tampak di wajah-wajah generasi Islami dari Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, Cikakak, dan Cisolok itu dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2024.
Camat Palabuhanratu, Deni Yudono mengatakan, event tersebut juga diwarnai pawai sarungan. Rute yang diambil yakni Alun Alun Palabuhanratu – lampu merah – Jalan Empang – Pangsor – Terminal Palabuhanratu – Jalan Siliwangi – dan kembali ke Alun Alun Palabuhanratu. Peringatan Hari Santri Nasional 2024 tingkat Kabupaten Sukabumi sendiri akan dipusatkan di GOR Pemuda, Cisaat, Selasa (22/10/24) mendatang.
“Kita lihat begitu luar biasanya semangat para santri, santriwati, dan pelajar dalam peringatan ini sangat antusias,” tutur Deni yang didampingi Kapolsek Palabuhanratu, Kompol Roni Haryanto, Danramil Palabuhanratu, Kapten Arm Amril, dan tokoh agama se-Wilayah 1 Palabuhanratu.
Deni menjelaskan, Hari Santri 2024 memiliki tema ‘Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan’. Ia meyakini, santri memiliki peran penting dalam masa depan bangsa ini. Ia juga berharap, seluruh santri khususnya di Wilayah I Palabuhanratu dapat mengaplikasikan Ikrar Santri dan Resolusi Jihad dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan mengimplementasikan itu dalam kehidupan, tentu akan memberikan contoh yang baik untuk masyarakat. Sehingga dengan sendirinya akan terbentuk jiwa santri yang berakhalakul karimah,” tandasnya.
Adapun Ikrar Santri berbunyi :
- Berpegangan teguh pada akidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama`ah;
- Bertanah air satu, tanah air Indonesia; berideologi negara satu, ideologi Pancasila; berkonstitusi satu, Undang-Undang Dasar 1945; dan berkebudayaan satu, Bhinneka Tunggal Ika;
- Selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudkan perdamaian dunia;
- Ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia;
- Pantang menyerah, pantang putus asa, serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merongrong Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang didasari semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.
Sedangkan Resolusi Jihad adalah fatwa yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), pada 22 Oktober 1945. Fatwa tersebut berisi seruan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan penjajah, khususnya Belanda, yang kembali ke Indonesia. Resolusi Jihad menjadi cikal bakal lahirnya Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.
Di tempat sama Ketua Panitia, Sofar Syaoqi menambahkan, kegiatan tersebut telah direncanakan selama dua bulan lamanya.
“Total keseluruhan ada sekitar lima ribu santri yang terlibat. Kemudian ada 40 lembaga yang bergabung mulai dari MDT, Madrasah Idiaiyah, MTS, MA, pondok pesantren, dan majelis taklim dari empat kecamatan itu,” jelasnya. (Ade F)
Editor : Andra Permana




