Kabupaten SukabumiSosial

Mak Wawan, Nenek di Sukabumi yang Bertahan di Rumah Runtuh dengan Cucu dan Anak Sakit

Sukabuminow.com || Duka mendalam menyelimuti kehidupan Mak Wawan (76 th), warga Kampung Nugraha, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Rumah peninggalan mendiang suaminya roboh akibat gempa bumi yang melanda kawasan tersebut lima bulan lalu. Kini, ia bersama anak lelakinya yang sakit stroke dan seorang cucu yang masih sekolah, terpaksa bertahan di gubuk tua yang nyaris ambruk.

Bangunan yang sudah reyot itu kian berbahaya. Sebagian dinding rumah ambruk akibat pergerakan tanah, sementara atap genteng lapuk tak lagi mampu menahan derasnya hujan. Hembusan angin pun dengan mudah menerobos, mengancam keselamatan tiga jiwa yang tinggal di dalamnya.

Di usia senja, Mak Wawan menjadi tulang punggung keluarga. Ia hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan sebagai tukang urut. Namun, penghasilannya tidak seberapa, bahkan hanya datang sekali dua kali dalam sebulan.

“Saya punya uang kalau ada yang minta diurut saja, itu pun paling dua minggu sekali,” ungkap Mak Wawan dengan suara terbata sambil menahan tangis, Selasa (9/9/25).

Kesulitan hidup semakin terasa. Jangankan memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari pun ia kerap kesulitan. Tak jarang ia dan cucunya melewati hari tanpa makanan.

“Saya bekerja apa saja serabutan, tergantung yang nyuruh. Kadang tetangga dan saudara ngasih makan, tapi malu juga kalau keseringan,” lirihnya.

Derita itu bertambah dengan musibah pencurian. Dalam kondisi rumah terbuka tanpa dinding, sejumlah barang berharga miliknya raib digondol maling, mulai dari kompor gas, televisi, hingga pompa air.

Situasi pilu ini mengundang keprihatinan warga sekitar dan pemerintah desa setempat. Salah satunya Efri Darlin M. Dachi, yang mencoba menginisiasi bantuan darurat melalui diskusi bersama aparatur desa.

“Kami sudah berdiskusi dengan Pak Kades, Kadus, dan RW untuk memberikan penanganan darurat. Rumahnya akan kami benahi sementara, dan untuk kesehatan ibu serta anaknya kami tawarkan pengobatan gratis di klinik,” ujar Dachi.

Kepala Desa Buniwangi, Hermawan Rudiansyah, mengaku pihaknya sejak awal telah melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD, Dinas Perkim, dan Dinas Sosial. Namun, hingga kini bantuan yang diharapkan belum juga turun.

“Sejak rumahnya roboh, kami sudah melaporkan kepada dinas terkait agar segera mendapat bantuan. Hanya mungkin karena banyak bencana waktu itu, bantuan belum kunjung datang,” jelasnya.

Meski begitu, Hermawan menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Ia bersama warga akan melakukan langkah darurat dengan memperbaiki rumah Mak Wawan secara swadaya.

“Kami sudah berembuk bersama warga dan aparatur desa. Rencananya, Jumat besok kita akan bergotong royong memperbaiki rumah Mak Wawan agar bisa layak huni sementara, sambil menunggu bantuan dari program rutilahu maupun BPBD,” pungkasnya.

Reporter: Edo
Editor: Mulya H

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page