Ketahanan Pangan Sukabumi Terjaga, Panen Tiga Kali Jadi Strategi Utama
Sukabuminow.com || Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi memastikan ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2025. Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, mengatakan hasil proyeksi menunjukkan pasokan beras daerah masih surplus. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa, kebutuhan beras bisa dipenuhi tanpa kendala.
“Sekarang posisi kita surplus. Hitungan konsumsi per kapita per tahun masih di atas 200 ribu ton, sehingga hingga Desember stok mencukupi,” ujar Tuty, Selasa (9/9/25).
Meski demikian, ia menegaskan produksi terus digenjot melalui program pemerintah pusat, yakni Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP). Program tersebut mendorong petani agar mampu melakukan tanam hingga tiga kali setahun, didukung bantuan pompa air, alat mesin pertanian, hingga pendampingan teknis.
“Target kita mempercepat peningkatan Indeks Pertanaman (IP) padi sawah. Saat ini rata-rata 2,2 kali setahun, diharapkan bisa naik menjadi 3 kali. Jika produksi melimpah, harga beras otomatis stabil,” jelasnya.
Saat ini harga beras medium di pasaran berada di kisaran Rp13.500 per kilogram, sedangkan premium mencapai Rp14.900. Dinas Pertanian berupaya menjaga keseimbangan agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali, sekaligus petani mendapat keuntungan yang layak.
“Petani juga harus menikmati margin yang adil, bukan hanya pedagang di tengah. Harapannya harga naik terkendali tapi petani tetap untung,” imbuhnya.
Dinas Pertanian menargetkan panen di lahan seluas 216 ribu hektare hingga akhir 2025, meskipun sejumlah area terdampak bencana sehingga memerlukan rehabilitasi.
“Kita punya 2.900 hektare sawah rusak dan 293 infrastruktur pertanian terdampak. Meski ada kendala, target 216 ribu hektare harus tercapai,” pungkas Tuty.
Reporter: Edo
Editor: Mulya H




