Kabupaten Sukabumi

Kasus Tongkang Tabrak Perahu Nelayan Masih Buntu, Ini Curahan Hati Keluarga Korban

Sukabuminow.com || Kasus kecelakaan laut tongkang menabrak perahu nelayan di perairan Sawarna, Banten, Sabtu (24/11/18) lalu, belum menemui titik terang. Hingga saat ini, belum diketahui kapal tongkang mana yang menabrak perahu yang ditumpangi tiga nelayan asal Kampung Pasir Randu, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi tersebut.

Saat itu, Abdulloh (40), Amit Sumitra (45), dan Karyat (60), terhempas dari perahu saat tongkang pengangkut batubara menghantam perahunya. Dua nama pertama selamat. Namun nahas, Karyat meninggal dunia.

“Kami sudah tanyakan ke pihak Pol Air Lebak, Banten, bahkan ke Pos Airud di Pelabuhan Merak tapi tidak ada kejelasan. Sejauh ini kami berjuang sendiri. Tidak ada yang mendampingi,” terang Yuda Permana (27), anak almarhum Karyat.

Baca Juga  :

Yuda mengaku tidak ingin muluk-muluk dalam kasus ini. Pihak keluarga hanya menginginkan pertanggungjawaban dari pihak pemilik tongkang. Terlebih, almarhum selaku tulang punggung masih memiliki tanggungan dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Untuk biaya tahlil dan kebutuhan sehari-hari saja kami banyak dibantu masyarakat. Kami sangat berharap agar pihak perusahaan juga intansi terkait memberi bantuan bagi adik saya untuk jenjang pendidikan, jangan sampai lepas tangan begitu saja,” bebernya.

Baca Juga  :

Tak hanya itu, perasaan kecewa lebih dirasakan keluarga korban. Pasalnya, selain kasus itu belum terungkap, keluarga Karyat juga mengaku tidak dapat mengajukan klaim asuransi.

“Kami sudah konfirmasi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi. Katanya tidak akan cair. Sudah ke Jasindo juga, katanya kartu nelayan ayah saya sudah habis masa berlakunya dan asuransi tidak bisa di klaim,” ujar Yuda.

“Yang kami sayangkan, proses klaim asuransi belum diajukan. Tapi sudah diputuskan asuransi tidak bisa di klaim. Kenapa tidak ada perjuangan sama sekali?,” sambungnya

“Kami akan berusaha hingga ke Kementrian Perhubungan agar asuransi bisa di klaim,” tegasnya. (Yadi)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com || Marketing : 085219906182 / 081646949947

Tags

Related Articles

Close
Close