Sukabuminow.com || Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk menegaskan kembali posisi strategis pers dalam pembangunan nasional, khususnya dalam isu kependudukan, ketahanan keluarga, dan penguatan ekonomi daerah.
DPPKB Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers atas kontribusinya dalam membangun kesadaran publik melalui informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa di era transformasi digital dan banjir informasi, pers justru memegang peran kunci sebagai penjaga nalar publik dan mitra strategis pemerintah.
“Pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi mitra pembangunan. Melalui pemberitaan yang sehat, pers membantu masyarakat memahami isu kependudukan, ketahanan keluarga, hingga peluang ekonomi lokal,” ujar Eka, Senin (9/2/26).
Pers Sehat dan Isu Strategis Kependudukan
Tema nasional HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, dinilai sangat relevan dengan tantangan daerah, termasuk Sukabumi yang memiliki karakteristik demografis besar dan potensi ekonomi berbasis keluarga.
Menurut Eka, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga.
“Program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga harus disampaikan secara masif dan komunikatif. Di sinilah pers memiliki peran strategis dalam membangun literasi publik,” katanya.
DPPKB Kabupaten Sukabumi menilai bahwa pemberitaan yang konstruktif dapat membantu menekan angka stunting, meningkatkan kesadaran perencanaan keluarga, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam program kesehatan reproduksi dan penguatan ketahanan keluarga.
Dari Lokal Menuju Nasional
Meski berbasis daerah, isu kependudukan yang dikelola DPPKB Sukabumi memiliki dampak nasional. Dengan jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang luas, Sukabumi menjadi miniatur tantangan Indonesia dalam menghadapi bonus demografi.
“Apa yang terjadi di Sukabumi adalah potret Indonesia. Jika keluarga di daerah kuat, maka fondasi bangsa juga akan kokoh,” tegas Eka.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan media menjadi kunci agar kebijakan publik tidak hanya berhenti di dokumen, tetapi benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pers sebagai Pilar Demokrasi dan Ekonomi Rakyat
Selain fungsi edukasi, pers juga dinilai berperan dalam mendorong ekonomi rakyat melalui promosi potensi lokal, UMKM, serta inovasi masyarakat.
DPPKB mendorong agar media terus mengangkat kisah-kisah inspiratif dari desa, keluarga produktif, dan generasi muda yang kreatif sebagai bagian dari ekosistem pembangunan nasional.
“Pers yang sehat akan melahirkan masyarakat yang kritis, produktif, dan berdaya saing. Itulah fondasi ekonomi berdaulat yang sesungguhnya,” pungkas Eka.
Pada peringatan HPN 2026 ini, DPPKB Kabupaten Sukabumi berharap pers tetap konsisten menjaga independensi, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan publik demi terwujudnya Indonesia yang kuat dari keluarga, dari daerah, untuk masa depan bangsa.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
