Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus memperkuat transformasi sektor pendidikan melalui penguatan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai strategi menyiapkan generasi unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi saat ini tengah melakukan sosialisasi intensif ke sekolah-sekolah, dengan tujuan memperkenalkan konsep pembelajaran STEM secara lebih aplikatif dan kontekstual. Terbaru, kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di SMPN 1 Sukaraja, Selasa (10/2/26).
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menegaskan bahwa STEM bukan sekadar metode pembelajaran, melainkan pendekatan strategis dalam membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan solutif pada peserta didik.
“STEM adalah singkatan dari Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Pendekatan ini kami dorong agar siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaitkan ilmu dengan problem nyata di sekitarnya,” ujar Herdi.
Menurutnya, penerapan STEM menjadi sangat relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan inovasi.
“Melalui STEM, kami ingin siswa terbiasa memecahkan masalah secara ilmiah, berbasis data, dan berorientasi solusi. Ini penting agar lulusan Sukabumi mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” jelasnya.
Herdi menambahkan, sosialisasi ke sekolah dilakukan untuk menyamakan persepsi antara pendidik, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan, sehingga implementasi STEM tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar masuk ke dalam proses belajar mengajar.
“Kami ingin guru menjadi fasilitator pembelajaran yang mendorong eksplorasi dan eksperimen. STEM bukan menambah beban, justru membuat pembelajaran lebih hidup dan bermakna,” katanya.
Kegiatan di SMPN 1 Sukaraja menjadi salah satu langkah awal penguatan literasi STEM di wilayah Kabupaten Sukabumi, sekaligus model penerapan yang akan direplikasi ke sekolah-sekolah lain.
Disdik Sukabumi juga menilai bahwa penguatan STEM sejalan dengan visi pembangunan pendidikan nasional, khususnya dalam mendukung agenda besar Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama daya saing bangsa.
“Dari Sukabumi, kami ingin berkontribusi nyata untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan,” pungkas Herdi.
Melalui pendekatan STEM, Disdik Kabupaten Sukabumi berharap tercipta ekosistem pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan masa depan, sekaligus menjadikan sekolah sebagai ruang lahirnya inovator muda dari daerah untuk Indonesia.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
