Sukabuminow.com || Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Sukabumi akan dilaksanakan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai Oktober hingga November 2026 mendatang.
Kesiapan program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD ke-130 di Makodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Kamis (17/9/26).
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, mengatakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi siap mendukung pelaksanaan TMMD yang menyasar kebutuhan masyarakat melalui pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik.
“Program ini mudah-mudahan bisa membantu masyarakat, khususnya di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas. Pemkab Sukabumi selalu mendukung kegiatan TMMD setiap tahunnya,” ujar Andreas.
Salah satu sasaran fisik yang disiapkan adalah pembangunan jalan sepanjang sekitar 2.000 meter dengan lebar 2,5 meter.
Selain jalan, program juga mencakup pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) dan sejumlah kebutuhan infrastruktur lainnya.
Persoalan akses air bersih turut menjadi perhatian. Ciemas memiliki sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air, terutama ketika musim kemarau.
“Untuk menjawab kebutuhan itu, empat titik sumur bor disiapkan sebagai salah satu program unggulan dalam pelaksanaan TMMD,” jelasnya.
Andreas mengatakan kedalaman pengeboran belum dapat ditentukan karena masih menunggu kajian teknis melalui metode geolistrik.
“Kita masih menunggu hasil geolistrik untuk menentukan sumber air dan kedalamannya. Mudah-mudahan sumber air bisa segera ditemukan,” katanya.
TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Kegiatan nonfisik juga disiapkan melalui wawasan kebangsaan dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Materinya nanti disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran. Jadi, TMMD tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat pengetahuan dan ketahanan sosial masyarakat,” katanya.
Desa Mekarjaya dipilih sebagai lokasi TMMD setelah melalui proses koordinasi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI. Andreas menjelaskan penentuan lokasi tidak dilakukan oleh satu pihak saja.
“Penentuan lokasi dilakukan melalui survei dan koordinasi bersama,” katanya.
Menurutnya, Kabupaten Sukabumi memiliki banyak wilayah yang membutuhkan perhatian pembangunan. Desa Mekarjaya menjadi salah satu lokasi yang dinilai membutuhkan percepatan penanganan.
Pertimbangan geografis dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian dalam menentukan sasaran program.
“Dengan karakter wilayah Kabupaten Sukabumi yang luas, koordinasi lintas sektor diperlukan agar program pembangunan dapat diarahkan pada lokasi yang memiliki kebutuhan prioritas,” ujarnya.
Di tempat sama, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Kapten Inf Dade Setiawan, mengatakan tahapan persiapan di lapangan akan dimulai sebelum pembukaan resmi.
“Pra-TMMD akan dilakukan sekitar minggu ketiga atau keempat September. Beberapa sasaran fisik sudah mulai dikerjakan sebagai bagian dari persiapan,” kata Dade.
“Pembukaan TMMD dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, personel TNI akan bersinergi dengan masyarakat sekitar untuk mengerjakan sasaran yang telah ditetapkan.
“Keterlibatan warga menjadi bagian penting karena TMMD sejak awal dirancang sebagai program pembangunan yang menggabungkan kekuatan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” tandasnya.
Sekilas Sejarah TMMD
TMMD merupakan program lintas sektor yang mempertemukan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pembangunan kawasan perdesaan.
Program ini memiliki akar sejarah dari ABRI Masuk Desa (AMD) yang mulai dilaksanakan pada masa Orde Baru. Seiring perubahan kelembagaan dan reformasi, AMD kemudian berkembang menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Dalam perkembangannya, TMMD tidak hanya diarahkan pada pembangunan sarana fisik. Program ini juga mencakup kegiatan nonfisik seperti wawasan kebangsaan, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, serta dukungan terhadap kebutuhan dasar warga.
Konsep tersebut membuat TMMD tetap relevan sebagai salah satu bentuk sinergi pembangunan di wilayah perdesaan.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
