Kabupaten Sukabumi

HIPMA Sukabumi Geruduk Bank BJB: Soroti Dugaan Kerugian Negara & Masalah CSR

Sukabuminow.com || Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Sukabumi melakukan aksi protes di depan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Cabang Palabuhanratu, Senin (3/2/25). Mereka menyoroti dugaan kerugian besar di BJB Club Sport & Creative Sport Center, yang seharusnya diperuntukkan bagi pegawai bank namun diduga disalahgunakan.

Ketua Umum HIPMA, Rahman Abbizard, mengungkapkan bahwa temuan mereka mencakup empat poin utama, salah satunya adalah dugaan kerugian negara akibat penyalahgunaan fasilitas BJB Club.

“BJB Club ini memang untuk pegawai, misalnya fasilitas renang, bulu tangkis, dan lainnya. Tapi kami menemukan fakta bahwa beberapa pegawai justru membawa keluarga mereka secara ilegal. Ini jelas melanggar aturan yang sudah tertuang dalam Surat Keputusan (SK),” tegas Rahman.

Dugaan Penyimpangan Dana Puluhan Miliar

Tak hanya itu, HIPMA juga menyoroti dugaan penggunaan dana yang tidak transparan. Menurut Rahman, ada indikasi puluhan miliar rupiah yang dikeluarkan Bank BJB dengan alasan proyek Surat Perintah Kerja (SPK) macet.

“Kami ingin tahu lebih dalam, apakah kasus ini mirip dengan kejadian tahun 2016 atau tidak. Selain itu, kami juga menemukan beberapa dugaan penyimpangan terkait dana CSR. Berdasarkan aturan, cabang hanya boleh mengeluarkan maksimal Rp5 juta, tapi kami menduga ada pelanggaran di sini,” tambahnya.

Sayangnya, mahasiswa mengaku tidak mendapat jawaban memuaskan dari pihak Bank BJB. Karena itu, mereka berencana menggelar aksi lanjutan pada Kamis mendatang, dengan jumlah massa yang lebih besar.

Respons Bank BJB Palabuhanratu

Menanggapi aksi ini, Rifandi, salah satu manajer di Bank BJB Palabuhanratu, menyatakan bahwa pihaknya akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke divisi hukum pusat.

“Kami menerima aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa dan akan mengoordinasikannya dengan divisi hukum Bank BJB pusat. Karena kami di sini hanya cabang yang bersifat kantor jaringan, keputusan ada di pusat,” jelas Rifandi.

Meskipun aksi unjuk rasa berlangsung di depan pintu utama, pelayanan nasabah tetap berjalan normal. Pihak keamanan, termasuk Polsek Palabuhanratu dan Cikakak, turut mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif. (Edo)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!